slow learner
Slow-learner merupakan salah satu dari lima kesulitan belajar siswa. Lima kesulitan itu antara lain (Sudradjat, 2008).
1.Learning disorder atau kekacauan belajar, yaitu keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu akibat munculnya respon yang bertentangan.
2.Learning disfunction, merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa itu tidak mengalami subnormalitas mental.
3.Under-achiever, mengacu pada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang cenderung di atas normal, tetapi berprestasi belajar yang rendah.
4.Learning disabilities, yaitu ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar.
5.Slow-learner, adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf intelektual yang relatif sama. Slow-learner adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah, padahal materi tersebut merupakan prasyarat bagi kelanjutan di pelajaran selanjutnya, sehingga mereka sering harus mengulang (Burton, dalam Sudrajat, 2008). Kecerdasan mereka memang di bawah rata-rata, tetapi mereka bukan anak yang tidak mampu, tetapi mereka butuh perjuangan yang keras untuk menguasai apa yang diminta di kelas reguler. Slow-learner adalah istilah yang sering digunakan bagi anak-anak dengan kemampuan rendah, dengan IQ antara 70 dan 85, ada juga yang mengatakan antara 80 dan 90, dan keadaan ini berlangsung dari tahun ke tahun. Anak-anak seperti ini mengisi 14,1 % populasi, lebih besar daripada kelompok anak dengan learning disabitilies, retardasi mental dan autis yang disatukan (www.audiblox2000.com/index.htm). Anak yang demikian akan mengalami hambatan belajar, sehingga prestasi belajarnya biasanya juga di bawah prestasi belajar anak-anak normal lainnya, yang sebaya dengannya.Mereka dapat menyelesaikan SMP, tetapi mengalami kesulitan di SMA. Slow-learner dapat diartikan anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tuna grahita (retardasi mental). Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tuna grahita, lebih lambat dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun nonakademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Slow-learner sulit untuk diidentifikasi karena mereka tidak berbeda dalam penampilan luar dan dapat berfungsi secara normal pada sebagian besar situasi. Mereka memiliki fisik yang normal, memiliki memori yang memadai, dan memiliki akal sehat. Hal-hal normal inilah yang sering membingungkan para orangtua, mengapa anak mereka menjadi slow-learner. Yang perlu diluruskan adalah walaupun slow-learner memiliki kualitas-kualitas tersebut, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas sekolah sesuai dengan yang diperlukan karena keterbatasan IQ mereka. B.Ciri-ciri Slow-learner Dari data statistik, dalam suatu populasi, 14, 1 % di antaranya merupakan slow-learner. Bahkan di beberapa sekolah, proporsi anak slow-learner lebih besar daripada anak normal. Hal yang kritis di sini adalah anak slow-learner tidak mudah diidentifikasi. Guru dan orang tua sebaiknya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap anak dengan prestasi belajar yang buruk. Mereka perlu mempertimbangkan banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Agar memudahkan metode belajar bagi anak tersebut, maka informasi yang jelas dan lengkap sangat dibutuhkan . Ciri-ciri umum slow-learner adalah: hasil pengukuran IQ mereka 75 % sampai 90% dari rata-rata anak, kemampuan membaca mereka yang dikuasai di usia-usia yang lebih lambat daripada anak kebanyakan, dan kecepatan belajar mereka 4/5 sampai 9/10 kali kemampuan kecepatan normal. Mereka sulit berpikir abstrak dan rentang perhatian mereka singkat. Mereka bereaksi lebih lambat dari pada rata-rata anak, ekspresi diri mereka buruk sekali, dan harga diri mereka rendah.
Ciri-ciri slow learner
Anak slow-learner memiliki ciri-ciri berikut:
1.Berfungsinya kemampuan kognisi, hanya saja di bawah level normal.
2.Cenderung tidak matang dalam hubungan interpersonal.
3.Memiliki kesulitan dalam mengikuti petunjuk-petunjuk yang memiliki banyak langkah.
4.Hanya memperhatikan saat ini dan tidak memiliki tujuan-tujuan jangka panjang.
5.Hanya memiliki sedikit strategi internal, seperti kemampuan organisasional, kesulitan dalam belajar dan menggeneralisasikan informasi.
6.Nilai-nilai yang biasanya buruk dalam tes prestasi belajar.
7.Dapat bekerja dengan baik dalam hand-on materials, yaitu materi-materi yang telah dipersingkat dan diberikan pada anak, seperti kegiatan di laboratorium dan kegiatan manipulatif.
8.Memiliki self-image yang buruk.
9.Mengerjakan tugas-tugas dengan lambat.
10.Menguasai keterampilan dengan lambat, beberapa kemampuan bahkan sama sekali tidak dapat dikuasai.
11.Memiliki daya ingat yang memadai, tetapi mereka lambat mengingat.
Faktor yang Mempengaruhi Slow Learner
Slow-learner memiliki hubungan yang sangat erat dengan IQ, maka terdapat dua faktor yang mempengaruhinya:
1.Faktor Internal / Faktor Genetik / Hereditas
Inteligensii merupakan sesuatu yang diturunkan. Berdasarkan 111 penelitian yang diidentifikasi dalam suatu survey pustaka dunia tentang persamaan ineligensi dalam keluarga (Atkinson, dkk, 1983, h. 133), terdapat korelasi antara IQ orangtua dan anaknya. Semakin tinggi proporsi gen yang serupa pada dua anggota keluarga, semakin tinggi korelasi rata-rata IQ mereka. Hasil dari berbagai penelitian dirangkum dalam tabel berikut: Hubungan Korelasi Kembar satu zigot Diasuh bersama 0,82 Diasuh terpisah 0,72 Kembar dua zigot Diasuh bersama 0,60 Saudara kandung Diasuh bersama 0,47 Diasuh terpisah 0,24 Orangtua / anak 0,40 Orangtua angkat / anak 0,31 Saudara sepupu 0,15
2.Faktor Eksternal / Lingkungan
Meskipun faktor genetik memiliki pengaruh yang kuat, hasil pada tabel tersebut juga menunjukkan bahwa lingkungan juga merupakan faktor penting. Lingkungan benar-benar menimbulkan perbedaan inteligensi. Gen dapat dianggap sebagai penentu batas atas dan bawah inteligensi atau penentu rentang kemampuan intelektual, tetapi pengaruh lingkungan akan menentukan di mana letak IQ anak dalam rentang tersebut (Atkinson, dkk, 1983, h. 135). Kondisi lingkungan ini meliputi nutrisi, kesehatan, kualitas stimulasi, iklim emosional keluarga, dan tipe umpan balik yang diperoleh melalui perilaku. Nutrisi meliputi nutrisi selama anak dalam kandungan, pemberian ASI setelah kelahiran, dan pemenuhan gizi lewat makanan pada usia di mana anak mengalami pertumbuhan dn perkembangan yang pesat. Nutrisi penting sekali bagi perkembangan otak anak. Nutrisi erat kaitannya dengan kesehatan anak. Anak yang sehat perkembangannya akan lebih optimal. Kualitas stimulasi dapat dilakukan dengan memperkaya lingkungan anak, sehingga dapat meningkatkan inteligensi anak. Berdasarkan penelitian Ramey, dkk (Santrock, 2007, h. 148), masa pendidikan awal yang berkualitas tinggi (sampai usia lima tahun) secara signifikan akan meningkatkan inteligensi anak dari keluarga miskin. Berikut ini adalah efek lingkungan yang berbeda terhadap IQ, berdasarkan penelitian yang dilakukan Beyley bahwa status sosial-ekonomi keluarga mempengaruhi IQ anak (Atkinson, dkk, 1983, h. 137): Efek Lingkungan yang Berbeda terhadap IQ Berdasarkan kurva di atas dapat disimpulkan bahwa, individu dapat memiliki IQ sekitar 65 jika dibesarkan di lingkungan miskin, tetapi dapat memiliki IQ lebih dari 100 jika dibesarkan di lingkungan sedang atau kaya. Penelitian tersebut menjelaskan hubungan yang erat antara kondisi sosial-ekonomi keluarga dengan variabel lingkungan, seperti nutrisi, kesehatan, kualitas stimulasi, iklim emosional keluarga dan tipe umpan balik yang diperoleh melalui perilaku. Kondisi keluarga mempengaruhi bagaimana keluarga mengasuh anak mereka. D.Slow-Learner dan Kemampuan Aktualisasi Diri Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu, sehingga terbentuk perilaku baru menuju arah yang lebih baik. Kenyataannya, para siswa seringkali tidak mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak memperoleh perubahan tingkah laku sebagai mana yang diharapkan. Hal itu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar yang merupakan hambatan dalam mencapai hasil belajar. Sementara itu, setiap siswa dalam mencapai sukses belajar, mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat mencapainya tanpa kesulitan, akan tetapi banyak pula siswa mengalami kesulitan, sehingga menimbulkan masalah bagi perkembangan pribadinya. Menghadapi masalah itu, ada kecenderungan tidak semua siswa mampu memecahkannya sendiri. Atas kenyataan itu, semestinya sekolah harus berperan turut membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa sesuai dengan 3 fungsi utama, yaitu
1) fungsi pengajaran, yakni membantu siswa dalam memperoleh kecakapan bidang pengetahuan dan keterampilan,
2) fungsi administrasi, dan
3) fungsi pelayanan siswa, yaitu memberikan bantuan khusus kepada siswa untuk memperoleh pemahaman diri, pengarahan diri dan integrasi sosial yang lebih baik, sehingga dapat menyesuaikan diri baik dengan dirinya maupun dengan lingkungannya.
Setiap fungsi pendidikan itu, pada dasarnya bertanggung jawab terhadap proses pendidikan pada umumnya. Termasuk seorang guru yang berdiri di depan kelas, bertanggung jawab terutama pada fungsi pelayanan siswa. Guru dapat membawa setiap siswa ke arah perkembangan individu seoptimal mungkin dalam hubungannya dengan kehidupan sosial serta tanggung jawab moral. Dalam proses belajar dan mengajar, kondisi slow-learner menjadi hambatan bagi anak untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi tugas guru dan sekolah adalah membuat anak tetap dapat mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuannya. Anak tetap dapat berkembang di bidang-bidang tertentu, bahkan lebih cerdas daripada anak normal pada bidang-bidang tersebut. Maka, slow-learner bukanlah suatu hambatan yang menentukan segala-galanya dalam kehidupan anak. Menurut Gardner (Santrock, 2007, h. 140), terdapat banyak tipe inteligensi spesifik dan dengan spesifikasi ini seorang anak dapat menggambarkan profesinya kelak, sebagai wujud aktualisasi dirinya:
1.Keahlian verbal; kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna (penulis, wartawan, pembicara).
2.Keahlian matematika; kemapuan untuk menyelesaikan operasi matematika (ilmuwan, insinyur, akuntan). 3.Keahlian spasial; kemampuan untuk berpikir tiga dimensi (arsitek, pelukis, pelaut). 4.Keahlian tubuh-kinestetik; kemampuan untuk memanipulasi objek dan cerdas dalam hal-hal fisik (ahli bedah, pengrajin, penari atlet). 5.Keahlian musik; sensitif terhadap nada, melodi, irama, dan suara (komposer, musisi, dan pendengar yang sensitif).
6.Keahlian intrapersonal; kemampuan untuk memahami diri sendiri dan menata kehidupan dirinya secara efektif (teolog, psikolog). 7.Keahlian interpersonal; kemampuan untuk memahami dan dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain (guru, penyuluh, konsultan).
8.Keahlian naturalis; kemampuan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem buatan manusia (petani, botani, ekolog). Tipe inteligensi spesifik inilah yang semestinya dikenali dengan baik oleh guru dari anak-anak slow-learner. Dengan mengetahui potensi diri, anak slow-learner dapat termotivasi untuk lebih mengembangkan diri di wilayah yang dapat mereka kuasai dan membantu mereka membangun konsep diri yang baik tentang dirinya sendiri.
METODE BELAJAR BAGI SLOW-LEARNER
A.Guru dan Slow-learner
Anak slow-learner mungkin merupakan cobaan berat bagi seorang guru. Keadaan anak yang memang tidak memungkinkan untuk memuaskan seorang guru lewat prestasi belajar, membuatnya perlu diperhatikan dan dibimbing dengan caranya sendiri. Tiga dari lima siswa yang dibimbing seorang guru bisa merupakan anak slow-learner, maka pengetahuan yang memadai mengenai bagaimana cara yang tepat untuk mengakomodasi mereka sangat diperlukan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu guru dalam menghadapi anak slow-learner:
1.Pahami bahwa anak membutuhkan lebih banyak pengulangan, 3 sampai 5 kali, untuk memahami suatu materi daripada anak lain dengan kemampuan rata-rata. Maka, dibutuhkan penguatan kembali melalui aktivitas praktek dan yang familiar, yang dapat membantu proses generalisasi.
2.Anak slow-learner yang tidak berprestasi dalam akademik dasar dapat memperoleh manfaat melalui kegiatan tutorial di sekolah atau privat. Tujuan tutorial bukanlah untuk menaikkan prestasinya, tetapi membantunya untuk optimis terhadap kemampuannya dan menghadapkannya pada harapan yang realistik dan dapat dicapainya. 3.Adalah masuk akal dan dapat dibenarkan untuk memberi mereka kelas yang lebih singkat dan tugas yang lebih sederhana. 4.Berusahalah untuk membantu anak membangun pemahaman dasar mengenai konsep baru daripada menuntut mereka menghafal materi dan fakta yang tidak berarti bagi mereka.
5.Gunakan demonstrasi dan petunjuk visual sebanyak mungkin. Jangan membingungkan mereka dengan terlalu banyak verbalisasi. Pendekatan multisensori juga dapat sangat membantu.
6.Jangan memaksa anak bersaing dengan anak dengan kemampuan yang lebih tinggi. Adakan sedikit persaingan dalam program akademik yang tidak akan menyebabkan sikap negatif dan pemberontakan terhadap proses belajar. Belajar dengan kerjasama dapat mengoptimalkan pembelajaran, baik bagi anak yang berprestasi atau tidak, ketika pemebelajaran tersebut mendukung interaksi sosial yang tepat dalam kelompok yang heterogen.
7.Konsep yang sederhana yang diberikan pada anak pada permulaan unit instruksial dapat membantu penguasaan materi selanjutnya. Maka, dibutuhkan beberapa modifikasi di kelas.
8.Anak sebaiknya diberi tugas, terutama dalam pelajaran sosial dan ilmu alam, yang terstruktur dan konkret. Proyek-proyek besar yang membutuhkan matangnya kemampuan organisasional dan kemampuan konseptual sebaiknya dikurangi, atau secara substansial dimodifikasi, disesuaikan dengan kemampuannya. Dalam kerja kelompok, slow-learner dapat ditugaskan untuk bertanggung jawab pada bagian yang konkret, sedang anak lain dapat mengambil tanggung jawab pada komponen yang lebih abstrak.
9.Tekankan hal-hal setelah belajar, berikan insentif dan motivasi yang bervariasi.
10.Berikan banyak kesempatan bagi anak untuk bereksperimen dan mempraktikkan konsep baru dengan materi yang konkret atau situasi yang menstimulasi.
11.Pada awal setiap unit, kenalkan anak dengan materi-materi yang familiar.
12.Sederhanakan petunjuk dan yakin bahwa petunjuk itu dapat dimengerti.
13.Penting bagi guru untuk mengetahui gaya belajar masing-masing anak, ada yang mengandalkan kemampuan visual, auditori atau kinestetik. Pengetahuan ini memudahkan penerapan metode belajar yang tepat bagi mereka.
B.Penyelesaian Masalah bagi Slow-learner
1.Pemeliharaan sejak dini Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama yang mempengaruhi inteligensi, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.
2.Pengembangan secara keseluruhan Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam berbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.
3.Lembaga pendidikan, kelas atau kelompok belajar khusus Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lambat belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal. Dalam sekolah umum dapat dibentuk kelas khusus bagi anak slow-learner. Anak slow-learner membutuhkan perhatian yang lebih intensive dalam proses belajar mereka. Dengan dibentuk kelas atau kelompok yang relatif kecil, pembelajaran akan fokus pada mereka dan penggunaan metode yang berbeda dengan siswa reguler dapat lebih leluasa.
4.Memberikan pelajaran tambahan Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. 5.Latihan indra Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka. Anak memiliki gaya belajarnya masing-masing, seperti visual, auditori atau kinestetik. Dengan mengasah kemampuan indera yang dominan pada mereka akan mempermudah proses pemahaman dalam belajar mereka. 6.Prinsip belajar Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya, sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar:
a.Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena keberhasilannya. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang.
b.Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah dengan usahanya sendiri. Dengan demikian, anak dapat dipacu semangatnya untuk belajar.
c.Beri dukungan moral atas setiap perubahan sikap anak agar mereka puas. Suatu waktu, berilah hadiah kepada anak.
d.Perhatikan taraf kemajuan belajar anak, jangan sampai kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan.
e.Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga mencapai kemajuan belajar.
f.Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup, tetapi jangan diberikan dalam jangka pendek.
g.Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi murid. h.Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan indra.
i.Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan yang tidak diinginkan. Aturlah tempat duduk sedemikian rupa agar mereka tidak merasa terganggu.
7.Dukungan orangtua Dorongan dan bantuan orangtua erat hubungannya dengan hasil belajar anak yang lamban. Bila dalam mengulangi apa yang dipelajari di sekolah, orangtua bekerja sama dengan guru dalam memberikan metode dan pengarahan yang sama, tentu akan diperoleh hasil yang lebih baik. Bila memungkinkan, orangtua dapat meminta izin untuk mengamati proses belajar mengajar di sekolah.
January 30, 2011
Artikel slowlearner
slow learner
Slow-learner merupakan salah satu dari lima kesulitan belajar siswa. Lima kesulitan itu antara lain (Sudradjat, 2008).
1.Learning disorder atau kekacauan belajar, yaitu keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu akibat munculnya respon yang bertentangan.
2.Learning disfunction, merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa itu tidak mengalami subnormalitas mental.
3.Under-achiever, mengacu pada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang cenderung di atas normal, tetapi berprestasi belajar yang rendah.
4.Learning disabilities, yaitu ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar.
5.Slow-learner, adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf intelektual yang relatif sama. Slow-learner adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah, padahal materi tersebut merupakan prasyarat bagi kelanjutan di pelajaran selanjutnya, sehingga mereka sering harus mengulang (Burton, dalam Sudrajat, 2008). Kecerdasan mereka memang di bawah rata-rata, tetapi mereka bukan anak yang tidak mampu, tetapi mereka butuh perjuangan yang keras untuk menguasai apa yang diminta di kelas reguler. Slow-learner adalah istilah yang sering digunakan bagi anak-anak dengan kemampuan rendah, dengan IQ antara 70 dan 85, ada juga yang mengatakan antara 80 dan 90, dan keadaan ini berlangsung dari tahun ke tahun. Anak-anak seperti ini mengisi 14,1 % populasi, lebih besar daripada kelompok anak dengan learning disabitilies, retardasi mental dan autis yang disatukan (www.audiblox2000.com/index.htm). Anak yang demikian akan mengalami hambatan belajar, sehingga prestasi belajarnya biasanya juga di bawah prestasi belajar anak-anak normal lainnya, yang sebaya dengannya.Mereka dapat menyelesaikan SMP, tetapi mengalami kesulitan di SMA. Slow-learner dapat diartikan anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tuna grahita (retardasi mental). Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tuna grahita, lebih lambat dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun nonakademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Slow-learner sulit untuk diidentifikasi karena mereka tidak berbeda dalam penampilan luar dan dapat berfungsi secara normal pada sebagian besar situasi. Mereka memiliki fisik yang normal, memiliki memori yang memadai, dan memiliki akal sehat. Hal-hal normal inilah yang sering membingungkan para orangtua, mengapa anak mereka menjadi slow-learner. Yang perlu diluruskan adalah walaupun slow-learner memiliki kualitas-kualitas tersebut, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas sekolah sesuai dengan yang diperlukan karena keterbatasan IQ mereka. B.Ciri-ciri Slow-learner Dari data statistik, dalam suatu populasi, 14, 1 % di antaranya merupakan slow-learner. Bahkan di beberapa sekolah, proporsi anak slow-learner lebih besar daripada anak normal. Hal yang kritis di sini adalah anak slow-learner tidak mudah diidentifikasi. Guru dan orang tua sebaiknya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap anak dengan prestasi belajar yang buruk. Mereka perlu mempertimbangkan banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Agar memudahkan metode belajar bagi anak tersebut, maka informasi yang jelas dan lengkap sangat dibutuhkan . Ciri-ciri umum slow-learner adalah: hasil pengukuran IQ mereka 75 % sampai 90% dari rata-rata anak, kemampuan membaca mereka yang dikuasai di usia-usia yang lebih lambat daripada anak kebanyakan, dan kecepatan belajar mereka 4/5 sampai 9/10 kali kemampuan kecepatan normal. Mereka sulit berpikir abstrak dan rentang perhatian mereka singkat. Mereka bereaksi lebih lambat dari pada rata-rata anak, ekspresi diri mereka buruk sekali, dan harga diri mereka rendah.
Ciri-ciri slow learner
Anak slow-learner memiliki ciri-ciri berikut:
1.Berfungsinya kemampuan kognisi, hanya saja di bawah level normal.
2.Cenderung tidak matang dalam hubungan interpersonal.
3.Memiliki kesulitan dalam mengikuti petunjuk-petunjuk yang memiliki banyak langkah.
4.Hanya memperhatikan saat ini dan tidak memiliki tujuan-tujuan jangka panjang.
5.Hanya memiliki sedikit strategi internal, seperti kemampuan organisasional, kesulitan dalam belajar dan menggeneralisasikan informasi.
6.Nilai-nilai yang biasanya buruk dalam tes prestasi belajar.
7.Dapat bekerja dengan baik dalam hand-on materials, yaitu materi-materi yang telah dipersingkat dan diberikan pada anak, seperti kegiatan di laboratorium dan kegiatan manipulatif.
8.Memiliki self-image yang buruk.
9.Mengerjakan tugas-tugas dengan lambat.
10.Menguasai keterampilan dengan lambat, beberapa kemampuan bahkan sama sekali tidak dapat dikuasai.
11.Memiliki daya ingat yang memadai, tetapi mereka lambat mengingat.
Faktor yang Mempengaruhi Slow Learner
Slow-learner memiliki hubungan yang sangat erat dengan IQ, maka terdapat dua faktor yang mempengaruhinya:
1.Faktor Internal / Faktor Genetik / Hereditas
Inteligensii merupakan sesuatu yang diturunkan. Berdasarkan 111 penelitian yang diidentifikasi dalam suatu survey pustaka dunia tentang persamaan ineligensi dalam keluarga (Atkinson, dkk, 1983, h. 133), terdapat korelasi antara IQ orangtua dan anaknya. Semakin tinggi proporsi gen yang serupa pada dua anggota keluarga, semakin tinggi korelasi rata-rata IQ mereka. Hasil dari berbagai penelitian dirangkum dalam tabel berikut: Hubungan Korelasi Kembar satu zigot Diasuh bersama 0,82 Diasuh terpisah 0,72 Kembar dua zigot Diasuh bersama 0,60 Saudara kandung Diasuh bersama 0,47 Diasuh terpisah 0,24 Orangtua / anak 0,40 Orangtua angkat / anak 0,31 Saudara sepupu 0,15
2.Faktor Eksternal / Lingkungan
Meskipun faktor genetik memiliki pengaruh yang kuat, hasil pada tabel tersebut juga menunjukkan bahwa lingkungan juga merupakan faktor penting. Lingkungan benar-benar menimbulkan perbedaan inteligensi. Gen dapat dianggap sebagai penentu batas atas dan bawah inteligensi atau penentu rentang kemampuan intelektual, tetapi pengaruh lingkungan akan menentukan di mana letak IQ anak dalam rentang tersebut (Atkinson, dkk, 1983, h. 135). Kondisi lingkungan ini meliputi nutrisi, kesehatan, kualitas stimulasi, iklim emosional keluarga, dan tipe umpan balik yang diperoleh melalui perilaku. Nutrisi meliputi nutrisi selama anak dalam kandungan, pemberian ASI setelah kelahiran, dan pemenuhan gizi lewat makanan pada usia di mana anak mengalami pertumbuhan dn perkembangan yang pesat. Nutrisi penting sekali bagi perkembangan otak anak. Nutrisi erat kaitannya dengan kesehatan anak. Anak yang sehat perkembangannya akan lebih optimal. Kualitas stimulasi dapat dilakukan dengan memperkaya lingkungan anak, sehingga dapat meningkatkan inteligensi anak. Berdasarkan penelitian Ramey, dkk (Santrock, 2007, h. 148), masa pendidikan awal yang berkualitas tinggi (sampai usia lima tahun) secara signifikan akan meningkatkan inteligensi anak dari keluarga miskin. Berikut ini adalah efek lingkungan yang berbeda terhadap IQ, berdasarkan penelitian yang dilakukan Beyley bahwa status sosial-ekonomi keluarga mempengaruhi IQ anak (Atkinson, dkk, 1983, h. 137): Efek Lingkungan yang Berbeda terhadap IQ Berdasarkan kurva di atas dapat disimpulkan bahwa, individu dapat memiliki IQ sekitar 65 jika dibesarkan di lingkungan miskin, tetapi dapat memiliki IQ lebih dari 100 jika dibesarkan di lingkungan sedang atau kaya. Penelitian tersebut menjelaskan hubungan yang erat antara kondisi sosial-ekonomi keluarga dengan variabel lingkungan, seperti nutrisi, kesehatan, kualitas stimulasi, iklim emosional keluarga dan tipe umpan balik yang diperoleh melalui perilaku. Kondisi keluarga mempengaruhi bagaimana keluarga mengasuh anak mereka. D.Slow-Learner dan Kemampuan Aktualisasi Diri Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu, sehingga terbentuk perilaku baru menuju arah yang lebih baik. Kenyataannya, para siswa seringkali tidak mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak memperoleh perubahan tingkah laku sebagai mana yang diharapkan. Hal itu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar yang merupakan hambatan dalam mencapai hasil belajar. Sementara itu, setiap siswa dalam mencapai sukses belajar, mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat mencapainya tanpa kesulitan, akan tetapi banyak pula siswa mengalami kesulitan, sehingga menimbulkan masalah bagi perkembangan pribadinya. Menghadapi masalah itu, ada kecenderungan tidak semua siswa mampu memecahkannya sendiri. Atas kenyataan itu, semestinya sekolah harus berperan turut membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa sesuai dengan 3 fungsi utama, yaitu
1) fungsi pengajaran, yakni membantu siswa dalam memperoleh kecakapan bidang pengetahuan dan keterampilan,
2) fungsi administrasi, dan
3) fungsi pelayanan siswa, yaitu memberikan bantuan khusus kepada siswa untuk memperoleh pemahaman diri, pengarahan diri dan integrasi sosial yang lebih baik, sehingga dapat menyesuaikan diri baik dengan dirinya maupun dengan lingkungannya.
Setiap fungsi pendidikan itu, pada dasarnya bertanggung jawab terhadap proses pendidikan pada umumnya. Termasuk seorang guru yang berdiri di depan kelas, bertanggung jawab terutama pada fungsi pelayanan siswa. Guru dapat membawa setiap siswa ke arah perkembangan individu seoptimal mungkin dalam hubungannya dengan kehidupan sosial serta tanggung jawab moral. Dalam proses belajar dan mengajar, kondisi slow-learner menjadi hambatan bagi anak untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi tugas guru dan sekolah adalah membuat anak tetap dapat mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuannya. Anak tetap dapat berkembang di bidang-bidang tertentu, bahkan lebih cerdas daripada anak normal pada bidang-bidang tersebut. Maka, slow-learner bukanlah suatu hambatan yang menentukan segala-galanya dalam kehidupan anak. Menurut Gardner (Santrock, 2007, h. 140), terdapat banyak tipe inteligensi spesifik dan dengan spesifikasi ini seorang anak dapat menggambarkan profesinya kelak, sebagai wujud aktualisasi dirinya:
1.Keahlian verbal; kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna (penulis, wartawan, pembicara).
2.Keahlian matematika; kemapuan untuk menyelesaikan operasi matematika (ilmuwan, insinyur, akuntan). 3.Keahlian spasial; kemampuan untuk berpikir tiga dimensi (arsitek, pelukis, pelaut). 4.Keahlian tubuh-kinestetik; kemampuan untuk memanipulasi objek dan cerdas dalam hal-hal fisik (ahli bedah, pengrajin, penari atlet). 5.Keahlian musik; sensitif terhadap nada, melodi, irama, dan suara (komposer, musisi, dan pendengar yang sensitif).
6.Keahlian intrapersonal; kemampuan untuk memahami diri sendiri dan menata kehidupan dirinya secara efektif (teolog, psikolog). 7.Keahlian interpersonal; kemampuan untuk memahami dan dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain (guru, penyuluh, konsultan).
8.Keahlian naturalis; kemampuan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem buatan manusia (petani, botani, ekolog). Tipe inteligensi spesifik inilah yang semestinya dikenali dengan baik oleh guru dari anak-anak slow-learner. Dengan mengetahui potensi diri, anak slow-learner dapat termotivasi untuk lebih mengembangkan diri di wilayah yang dapat mereka kuasai dan membantu mereka membangun konsep diri yang baik tentang dirinya sendiri.
METODE BELAJAR BAGI SLOW-LEARNER
A.Guru dan Slow-learner
Anak slow-learner mungkin merupakan cobaan berat bagi seorang guru. Keadaan anak yang memang tidak memungkinkan untuk memuaskan seorang guru lewat prestasi belajar, membuatnya perlu diperhatikan dan dibimbing dengan caranya sendiri. Tiga dari lima siswa yang dibimbing seorang guru bisa merupakan anak slow-learner, maka pengetahuan yang memadai mengenai bagaimana cara yang tepat untuk mengakomodasi mereka sangat diperlukan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu guru dalam menghadapi anak slow-learner:
1.Pahami bahwa anak membutuhkan lebih banyak pengulangan, 3 sampai 5 kali, untuk memahami suatu materi daripada anak lain dengan kemampuan rata-rata. Maka, dibutuhkan penguatan kembali melalui aktivitas praktek dan yang familiar, yang dapat membantu proses generalisasi.
2.Anak slow-learner yang tidak berprestasi dalam akademik dasar dapat memperoleh manfaat melalui kegiatan tutorial di sekolah atau privat. Tujuan tutorial bukanlah untuk menaikkan prestasinya, tetapi membantunya untuk optimis terhadap kemampuannya dan menghadapkannya pada harapan yang realistik dan dapat dicapainya. 3.Adalah masuk akal dan dapat dibenarkan untuk memberi mereka kelas yang lebih singkat dan tugas yang lebih sederhana. 4.Berusahalah untuk membantu anak membangun pemahaman dasar mengenai konsep baru daripada menuntut mereka menghafal materi dan fakta yang tidak berarti bagi mereka.
5.Gunakan demonstrasi dan petunjuk visual sebanyak mungkin. Jangan membingungkan mereka dengan terlalu banyak verbalisasi. Pendekatan multisensori juga dapat sangat membantu.
6.Jangan memaksa anak bersaing dengan anak dengan kemampuan yang lebih tinggi. Adakan sedikit persaingan dalam program akademik yang tidak akan menyebabkan sikap negatif dan pemberontakan terhadap proses belajar. Belajar dengan kerjasama dapat mengoptimalkan pembelajaran, baik bagi anak yang berprestasi atau tidak, ketika pemebelajaran tersebut mendukung interaksi sosial yang tepat dalam kelompok yang heterogen.
7.Konsep yang sederhana yang diberikan pada anak pada permulaan unit instruksial dapat membantu penguasaan materi selanjutnya. Maka, dibutuhkan beberapa modifikasi di kelas.
8.Anak sebaiknya diberi tugas, terutama dalam pelajaran sosial dan ilmu alam, yang terstruktur dan konkret. Proyek-proyek besar yang membutuhkan matangnya kemampuan organisasional dan kemampuan konseptual sebaiknya dikurangi, atau secara substansial dimodifikasi, disesuaikan dengan kemampuannya. Dalam kerja kelompok, slow-learner dapat ditugaskan untuk bertanggung jawab pada bagian yang konkret, sedang anak lain dapat mengambil tanggung jawab pada komponen yang lebih abstrak.
9.Tekankan hal-hal setelah belajar, berikan insentif dan motivasi yang bervariasi.
10.Berikan banyak kesempatan bagi anak untuk bereksperimen dan mempraktikkan konsep baru dengan materi yang konkret atau situasi yang menstimulasi.
11.Pada awal setiap unit, kenalkan anak dengan materi-materi yang familiar.
12.Sederhanakan petunjuk dan yakin bahwa petunjuk itu dapat dimengerti.
13.Penting bagi guru untuk mengetahui gaya belajar masing-masing anak, ada yang mengandalkan kemampuan visual, auditori atau kinestetik. Pengetahuan ini memudahkan penerapan metode belajar yang tepat bagi mereka.
B.Penyelesaian Masalah bagi Slow-learner
1.Pemeliharaan sejak dini Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama yang mempengaruhi inteligensi, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.
2.Pengembangan secara keseluruhan Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam berbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.
3.Lembaga pendidikan, kelas atau kelompok belajar khusus Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lambat belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal. Dalam sekolah umum dapat dibentuk kelas khusus bagi anak slow-learner. Anak slow-learner membutuhkan perhatian yang lebih intensive dalam proses belajar mereka. Dengan dibentuk kelas atau kelompok yang relatif kecil, pembelajaran akan fokus pada mereka dan penggunaan metode yang berbeda dengan siswa reguler dapat lebih leluasa.
4.Memberikan pelajaran tambahan Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. 5.Latihan indra Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka. Anak memiliki gaya belajarnya masing-masing, seperti visual, auditori atau kinestetik. Dengan mengasah kemampuan indera yang dominan pada mereka akan mempermudah proses pemahaman dalam belajar mereka. 6.Prinsip belajar Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya, sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar:
a.Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena keberhasilannya. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang.
b.Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah dengan usahanya sendiri. Dengan demikian, anak dapat dipacu semangatnya untuk belajar.
c.Beri dukungan moral atas setiap perubahan sikap anak agar mereka puas. Suatu waktu, berilah hadiah kepada anak.
d.Perhatikan taraf kemajuan belajar anak, jangan sampai kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan.
e.Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga mencapai kemajuan belajar.
f.Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup, tetapi jangan diberikan dalam jangka pendek.
g.Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi murid. h.Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan indra.
i.Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan yang tidak diinginkan. Aturlah tempat duduk sedemikian rupa agar mereka tidak merasa terganggu.
7.Dukungan orangtua Dorongan dan bantuan orangtua erat hubungannya dengan hasil belajar anak yang lamban. Bila dalam mengulangi apa yang dipelajari di sekolah, orangtua bekerja sama dengan guru dalam memberikan metode dan pengarahan yang sama, tentu akan diperoleh hasil yang lebih baik. Bila memungkinkan, orangtua dapat meminta izin untuk mengamati proses belajar mengajar di sekolah.
Slow-learner merupakan salah satu dari lima kesulitan belajar siswa. Lima kesulitan itu antara lain (Sudradjat, 2008).
1.Learning disorder atau kekacauan belajar, yaitu keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu akibat munculnya respon yang bertentangan.
2.Learning disfunction, merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa itu tidak mengalami subnormalitas mental.
3.Under-achiever, mengacu pada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang cenderung di atas normal, tetapi berprestasi belajar yang rendah.
4.Learning disabilities, yaitu ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar.
5.Slow-learner, adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf intelektual yang relatif sama. Slow-learner adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah, padahal materi tersebut merupakan prasyarat bagi kelanjutan di pelajaran selanjutnya, sehingga mereka sering harus mengulang (Burton, dalam Sudrajat, 2008). Kecerdasan mereka memang di bawah rata-rata, tetapi mereka bukan anak yang tidak mampu, tetapi mereka butuh perjuangan yang keras untuk menguasai apa yang diminta di kelas reguler. Slow-learner adalah istilah yang sering digunakan bagi anak-anak dengan kemampuan rendah, dengan IQ antara 70 dan 85, ada juga yang mengatakan antara 80 dan 90, dan keadaan ini berlangsung dari tahun ke tahun. Anak-anak seperti ini mengisi 14,1 % populasi, lebih besar daripada kelompok anak dengan learning disabitilies, retardasi mental dan autis yang disatukan (www.audiblox2000.com/index.htm). Anak yang demikian akan mengalami hambatan belajar, sehingga prestasi belajarnya biasanya juga di bawah prestasi belajar anak-anak normal lainnya, yang sebaya dengannya.Mereka dapat menyelesaikan SMP, tetapi mengalami kesulitan di SMA. Slow-learner dapat diartikan anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tuna grahita (retardasi mental). Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tuna grahita, lebih lambat dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun nonakademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Slow-learner sulit untuk diidentifikasi karena mereka tidak berbeda dalam penampilan luar dan dapat berfungsi secara normal pada sebagian besar situasi. Mereka memiliki fisik yang normal, memiliki memori yang memadai, dan memiliki akal sehat. Hal-hal normal inilah yang sering membingungkan para orangtua, mengapa anak mereka menjadi slow-learner. Yang perlu diluruskan adalah walaupun slow-learner memiliki kualitas-kualitas tersebut, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas sekolah sesuai dengan yang diperlukan karena keterbatasan IQ mereka. B.Ciri-ciri Slow-learner Dari data statistik, dalam suatu populasi, 14, 1 % di antaranya merupakan slow-learner. Bahkan di beberapa sekolah, proporsi anak slow-learner lebih besar daripada anak normal. Hal yang kritis di sini adalah anak slow-learner tidak mudah diidentifikasi. Guru dan orang tua sebaiknya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap anak dengan prestasi belajar yang buruk. Mereka perlu mempertimbangkan banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Agar memudahkan metode belajar bagi anak tersebut, maka informasi yang jelas dan lengkap sangat dibutuhkan . Ciri-ciri umum slow-learner adalah: hasil pengukuran IQ mereka 75 % sampai 90% dari rata-rata anak, kemampuan membaca mereka yang dikuasai di usia-usia yang lebih lambat daripada anak kebanyakan, dan kecepatan belajar mereka 4/5 sampai 9/10 kali kemampuan kecepatan normal. Mereka sulit berpikir abstrak dan rentang perhatian mereka singkat. Mereka bereaksi lebih lambat dari pada rata-rata anak, ekspresi diri mereka buruk sekali, dan harga diri mereka rendah.
Ciri-ciri slow learner
Anak slow-learner memiliki ciri-ciri berikut:
1.Berfungsinya kemampuan kognisi, hanya saja di bawah level normal.
2.Cenderung tidak matang dalam hubungan interpersonal.
3.Memiliki kesulitan dalam mengikuti petunjuk-petunjuk yang memiliki banyak langkah.
4.Hanya memperhatikan saat ini dan tidak memiliki tujuan-tujuan jangka panjang.
5.Hanya memiliki sedikit strategi internal, seperti kemampuan organisasional, kesulitan dalam belajar dan menggeneralisasikan informasi.
6.Nilai-nilai yang biasanya buruk dalam tes prestasi belajar.
7.Dapat bekerja dengan baik dalam hand-on materials, yaitu materi-materi yang telah dipersingkat dan diberikan pada anak, seperti kegiatan di laboratorium dan kegiatan manipulatif.
8.Memiliki self-image yang buruk.
9.Mengerjakan tugas-tugas dengan lambat.
10.Menguasai keterampilan dengan lambat, beberapa kemampuan bahkan sama sekali tidak dapat dikuasai.
11.Memiliki daya ingat yang memadai, tetapi mereka lambat mengingat.
Faktor yang Mempengaruhi Slow Learner
Slow-learner memiliki hubungan yang sangat erat dengan IQ, maka terdapat dua faktor yang mempengaruhinya:
1.Faktor Internal / Faktor Genetik / Hereditas
Inteligensii merupakan sesuatu yang diturunkan. Berdasarkan 111 penelitian yang diidentifikasi dalam suatu survey pustaka dunia tentang persamaan ineligensi dalam keluarga (Atkinson, dkk, 1983, h. 133), terdapat korelasi antara IQ orangtua dan anaknya. Semakin tinggi proporsi gen yang serupa pada dua anggota keluarga, semakin tinggi korelasi rata-rata IQ mereka. Hasil dari berbagai penelitian dirangkum dalam tabel berikut: Hubungan Korelasi Kembar satu zigot Diasuh bersama 0,82 Diasuh terpisah 0,72 Kembar dua zigot Diasuh bersama 0,60 Saudara kandung Diasuh bersama 0,47 Diasuh terpisah 0,24 Orangtua / anak 0,40 Orangtua angkat / anak 0,31 Saudara sepupu 0,15
2.Faktor Eksternal / Lingkungan
Meskipun faktor genetik memiliki pengaruh yang kuat, hasil pada tabel tersebut juga menunjukkan bahwa lingkungan juga merupakan faktor penting. Lingkungan benar-benar menimbulkan perbedaan inteligensi. Gen dapat dianggap sebagai penentu batas atas dan bawah inteligensi atau penentu rentang kemampuan intelektual, tetapi pengaruh lingkungan akan menentukan di mana letak IQ anak dalam rentang tersebut (Atkinson, dkk, 1983, h. 135). Kondisi lingkungan ini meliputi nutrisi, kesehatan, kualitas stimulasi, iklim emosional keluarga, dan tipe umpan balik yang diperoleh melalui perilaku. Nutrisi meliputi nutrisi selama anak dalam kandungan, pemberian ASI setelah kelahiran, dan pemenuhan gizi lewat makanan pada usia di mana anak mengalami pertumbuhan dn perkembangan yang pesat. Nutrisi penting sekali bagi perkembangan otak anak. Nutrisi erat kaitannya dengan kesehatan anak. Anak yang sehat perkembangannya akan lebih optimal. Kualitas stimulasi dapat dilakukan dengan memperkaya lingkungan anak, sehingga dapat meningkatkan inteligensi anak. Berdasarkan penelitian Ramey, dkk (Santrock, 2007, h. 148), masa pendidikan awal yang berkualitas tinggi (sampai usia lima tahun) secara signifikan akan meningkatkan inteligensi anak dari keluarga miskin. Berikut ini adalah efek lingkungan yang berbeda terhadap IQ, berdasarkan penelitian yang dilakukan Beyley bahwa status sosial-ekonomi keluarga mempengaruhi IQ anak (Atkinson, dkk, 1983, h. 137): Efek Lingkungan yang Berbeda terhadap IQ Berdasarkan kurva di atas dapat disimpulkan bahwa, individu dapat memiliki IQ sekitar 65 jika dibesarkan di lingkungan miskin, tetapi dapat memiliki IQ lebih dari 100 jika dibesarkan di lingkungan sedang atau kaya. Penelitian tersebut menjelaskan hubungan yang erat antara kondisi sosial-ekonomi keluarga dengan variabel lingkungan, seperti nutrisi, kesehatan, kualitas stimulasi, iklim emosional keluarga dan tipe umpan balik yang diperoleh melalui perilaku. Kondisi keluarga mempengaruhi bagaimana keluarga mengasuh anak mereka. D.Slow-Learner dan Kemampuan Aktualisasi Diri Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu, sehingga terbentuk perilaku baru menuju arah yang lebih baik. Kenyataannya, para siswa seringkali tidak mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak memperoleh perubahan tingkah laku sebagai mana yang diharapkan. Hal itu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar yang merupakan hambatan dalam mencapai hasil belajar. Sementara itu, setiap siswa dalam mencapai sukses belajar, mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat mencapainya tanpa kesulitan, akan tetapi banyak pula siswa mengalami kesulitan, sehingga menimbulkan masalah bagi perkembangan pribadinya. Menghadapi masalah itu, ada kecenderungan tidak semua siswa mampu memecahkannya sendiri. Atas kenyataan itu, semestinya sekolah harus berperan turut membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa sesuai dengan 3 fungsi utama, yaitu
1) fungsi pengajaran, yakni membantu siswa dalam memperoleh kecakapan bidang pengetahuan dan keterampilan,
2) fungsi administrasi, dan
3) fungsi pelayanan siswa, yaitu memberikan bantuan khusus kepada siswa untuk memperoleh pemahaman diri, pengarahan diri dan integrasi sosial yang lebih baik, sehingga dapat menyesuaikan diri baik dengan dirinya maupun dengan lingkungannya.
Setiap fungsi pendidikan itu, pada dasarnya bertanggung jawab terhadap proses pendidikan pada umumnya. Termasuk seorang guru yang berdiri di depan kelas, bertanggung jawab terutama pada fungsi pelayanan siswa. Guru dapat membawa setiap siswa ke arah perkembangan individu seoptimal mungkin dalam hubungannya dengan kehidupan sosial serta tanggung jawab moral. Dalam proses belajar dan mengajar, kondisi slow-learner menjadi hambatan bagi anak untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi tugas guru dan sekolah adalah membuat anak tetap dapat mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuannya. Anak tetap dapat berkembang di bidang-bidang tertentu, bahkan lebih cerdas daripada anak normal pada bidang-bidang tersebut. Maka, slow-learner bukanlah suatu hambatan yang menentukan segala-galanya dalam kehidupan anak. Menurut Gardner (Santrock, 2007, h. 140), terdapat banyak tipe inteligensi spesifik dan dengan spesifikasi ini seorang anak dapat menggambarkan profesinya kelak, sebagai wujud aktualisasi dirinya:
1.Keahlian verbal; kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna (penulis, wartawan, pembicara).
2.Keahlian matematika; kemapuan untuk menyelesaikan operasi matematika (ilmuwan, insinyur, akuntan). 3.Keahlian spasial; kemampuan untuk berpikir tiga dimensi (arsitek, pelukis, pelaut). 4.Keahlian tubuh-kinestetik; kemampuan untuk memanipulasi objek dan cerdas dalam hal-hal fisik (ahli bedah, pengrajin, penari atlet). 5.Keahlian musik; sensitif terhadap nada, melodi, irama, dan suara (komposer, musisi, dan pendengar yang sensitif).
6.Keahlian intrapersonal; kemampuan untuk memahami diri sendiri dan menata kehidupan dirinya secara efektif (teolog, psikolog). 7.Keahlian interpersonal; kemampuan untuk memahami dan dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain (guru, penyuluh, konsultan).
8.Keahlian naturalis; kemampuan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem buatan manusia (petani, botani, ekolog). Tipe inteligensi spesifik inilah yang semestinya dikenali dengan baik oleh guru dari anak-anak slow-learner. Dengan mengetahui potensi diri, anak slow-learner dapat termotivasi untuk lebih mengembangkan diri di wilayah yang dapat mereka kuasai dan membantu mereka membangun konsep diri yang baik tentang dirinya sendiri.
METODE BELAJAR BAGI SLOW-LEARNER
A.Guru dan Slow-learner
Anak slow-learner mungkin merupakan cobaan berat bagi seorang guru. Keadaan anak yang memang tidak memungkinkan untuk memuaskan seorang guru lewat prestasi belajar, membuatnya perlu diperhatikan dan dibimbing dengan caranya sendiri. Tiga dari lima siswa yang dibimbing seorang guru bisa merupakan anak slow-learner, maka pengetahuan yang memadai mengenai bagaimana cara yang tepat untuk mengakomodasi mereka sangat diperlukan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu guru dalam menghadapi anak slow-learner:
1.Pahami bahwa anak membutuhkan lebih banyak pengulangan, 3 sampai 5 kali, untuk memahami suatu materi daripada anak lain dengan kemampuan rata-rata. Maka, dibutuhkan penguatan kembali melalui aktivitas praktek dan yang familiar, yang dapat membantu proses generalisasi.
2.Anak slow-learner yang tidak berprestasi dalam akademik dasar dapat memperoleh manfaat melalui kegiatan tutorial di sekolah atau privat. Tujuan tutorial bukanlah untuk menaikkan prestasinya, tetapi membantunya untuk optimis terhadap kemampuannya dan menghadapkannya pada harapan yang realistik dan dapat dicapainya. 3.Adalah masuk akal dan dapat dibenarkan untuk memberi mereka kelas yang lebih singkat dan tugas yang lebih sederhana. 4.Berusahalah untuk membantu anak membangun pemahaman dasar mengenai konsep baru daripada menuntut mereka menghafal materi dan fakta yang tidak berarti bagi mereka.
5.Gunakan demonstrasi dan petunjuk visual sebanyak mungkin. Jangan membingungkan mereka dengan terlalu banyak verbalisasi. Pendekatan multisensori juga dapat sangat membantu.
6.Jangan memaksa anak bersaing dengan anak dengan kemampuan yang lebih tinggi. Adakan sedikit persaingan dalam program akademik yang tidak akan menyebabkan sikap negatif dan pemberontakan terhadap proses belajar. Belajar dengan kerjasama dapat mengoptimalkan pembelajaran, baik bagi anak yang berprestasi atau tidak, ketika pemebelajaran tersebut mendukung interaksi sosial yang tepat dalam kelompok yang heterogen.
7.Konsep yang sederhana yang diberikan pada anak pada permulaan unit instruksial dapat membantu penguasaan materi selanjutnya. Maka, dibutuhkan beberapa modifikasi di kelas.
8.Anak sebaiknya diberi tugas, terutama dalam pelajaran sosial dan ilmu alam, yang terstruktur dan konkret. Proyek-proyek besar yang membutuhkan matangnya kemampuan organisasional dan kemampuan konseptual sebaiknya dikurangi, atau secara substansial dimodifikasi, disesuaikan dengan kemampuannya. Dalam kerja kelompok, slow-learner dapat ditugaskan untuk bertanggung jawab pada bagian yang konkret, sedang anak lain dapat mengambil tanggung jawab pada komponen yang lebih abstrak.
9.Tekankan hal-hal setelah belajar, berikan insentif dan motivasi yang bervariasi.
10.Berikan banyak kesempatan bagi anak untuk bereksperimen dan mempraktikkan konsep baru dengan materi yang konkret atau situasi yang menstimulasi.
11.Pada awal setiap unit, kenalkan anak dengan materi-materi yang familiar.
12.Sederhanakan petunjuk dan yakin bahwa petunjuk itu dapat dimengerti.
13.Penting bagi guru untuk mengetahui gaya belajar masing-masing anak, ada yang mengandalkan kemampuan visual, auditori atau kinestetik. Pengetahuan ini memudahkan penerapan metode belajar yang tepat bagi mereka.
B.Penyelesaian Masalah bagi Slow-learner
1.Pemeliharaan sejak dini Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama yang mempengaruhi inteligensi, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.
2.Pengembangan secara keseluruhan Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam berbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.
3.Lembaga pendidikan, kelas atau kelompok belajar khusus Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lambat belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal. Dalam sekolah umum dapat dibentuk kelas khusus bagi anak slow-learner. Anak slow-learner membutuhkan perhatian yang lebih intensive dalam proses belajar mereka. Dengan dibentuk kelas atau kelompok yang relatif kecil, pembelajaran akan fokus pada mereka dan penggunaan metode yang berbeda dengan siswa reguler dapat lebih leluasa.
4.Memberikan pelajaran tambahan Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. 5.Latihan indra Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka. Anak memiliki gaya belajarnya masing-masing, seperti visual, auditori atau kinestetik. Dengan mengasah kemampuan indera yang dominan pada mereka akan mempermudah proses pemahaman dalam belajar mereka. 6.Prinsip belajar Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya, sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar:
a.Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena keberhasilannya. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang.
b.Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah dengan usahanya sendiri. Dengan demikian, anak dapat dipacu semangatnya untuk belajar.
c.Beri dukungan moral atas setiap perubahan sikap anak agar mereka puas. Suatu waktu, berilah hadiah kepada anak.
d.Perhatikan taraf kemajuan belajar anak, jangan sampai kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan.
e.Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga mencapai kemajuan belajar.
f.Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup, tetapi jangan diberikan dalam jangka pendek.
g.Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi murid. h.Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan indra.
i.Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan yang tidak diinginkan. Aturlah tempat duduk sedemikian rupa agar mereka tidak merasa terganggu.
7.Dukungan orangtua Dorongan dan bantuan orangtua erat hubungannya dengan hasil belajar anak yang lamban. Bila dalam mengulangi apa yang dipelajari di sekolah, orangtua bekerja sama dengan guru dalam memberikan metode dan pengarahan yang sama, tentu akan diperoleh hasil yang lebih baik. Bila memungkinkan, orangtua dapat meminta izin untuk mengamati proses belajar mengajar di sekolah.
January 27, 2011
Selamat.... Untuk Melly

Syukur alhamdulillah..... ternyata Siswa kami yang mengikuti Ujian di perguruan tinggi sudah diterima...
Meski Ujian Nasional masih dilakukan bulan Juni 2011 Siswa kami beberapa waktu yang lalu mengikuti pendaftaran Online di perguruan tinggi yang cukup ternama di Surabaya....
Berbekal dengan nilai rapot semester ganjil dan genap kelas XI Siswa kami ini bisa mengikuti ujian Tulis dll. untuk masuk di jurusan Sastra Mandarin.
Semangat yang luar biasa serta kemauan kerasnya.... Alhamdulillah membuahkan hasil yang diinginkan.....
Semoga ini menjadi semangat tambahan guna persiapan mengikuti UNSR (ujian Nasional Sekolah Rumah ) Juni 2011 Mendatang
Selamat Melly
Salam Dahsyat buat kamu dan semua anak Indonesia
Label:
homeschooling di Malang,
petra,
Sekolah dolan,
ujian Paket C,
Unas
January 24, 2011
Ujian Anak-anak Homescholing

Salam Dahsyat
Januari hingga Mei 2011 Anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Kami sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti UNAS Sekolah Rumah...
Sebelum Unas mereka diharuskan mengikuti beberapa tryout... yang dipakai sebagai prasyarat boleh mengikuti Unas.
Untuk Paket A
Mata pelajaran Matematika, bahasa Indonesia, IPS, IPA dan PKn
Untuk Paket B
Mata pelajaran Matematika, bahasa Indonesia, IPS, IPA, PKn dan Bahasa Inggris
Sedangkan Untuk Paket C
Jurusan IPA
Mata pelajaran Matematika, bahasa Indonesia, Fisika, Biologi, Kimia, PKn dan Bahasa Inggris
Jurusan IPS
Mata pelajaran Matematika, bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, PKn dan Bahasa Inggris
saat tryout yang akan kita lakukan sebanyak 3 kali nilai rata-rata tidak boleh kurang dari 5,5 dan juga tidak boleh ada nilai di bawah 4
Sedangkan jadwal untuk ujian itu sendiri akan dilaksanakan pada :
tanggal 14-17 Juni 2011 (paket C)
tanggal 21-23 Juni 2011 (Paket A dan Paket B)
December 23, 2010
SD MITRA Sekolah Dolan

Alhamdulillah pada akhir tahun ini kami berkesempatan untuk bisa berkoordinasi dengan beberapa instansi dibawah dinas yaitu SDN Merjosari IV Malang, UPTD Lowokwaru dan PLS Kota Malang.
Koordinasi ini berkaitan dengan siswa kami yang ingin memiliki SEKOLAH PAYUNG ( Umbrella School).
Koordinasi dari orang tua, komunitas dengan lembaga tsb. akhirnya bisa menghasilkan hal yang sangat bermanfaat.
diantaranya adalah :
1. Anak Hs kami bisa mengikuti UAS ( Ujian AKhir Semester ) dengan memperoleh soal sebagaimana
anak formal di SD Merjosari IV
2. Anak bisa melakukan ujian tidak di sekolah namun di komunitas
3. Anak juga akan mendapatkan raport dari SDN Merjosari IV
4. Koordinasi dan melakukan penilaian tersendiri untuk pelajaran yang tidak di pelajari di Komuni
tas.
Kepala Sekolah SDN Mrjosari Iv yang juga menjadi kepala sekolah SMP 25 ini begitu supoort dengan apa yang kita lagi perjuangkan untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal pada semua anak-anak yang memang membutuhkan haknya belajar sesuai dengan undang-undang.
Semoga kedepan banyak perkembangan yang bisa kami lakukan besama.
Salam Dahsyat
November 5, 2010
Ujian Paket C ( Anak Homeschooling )
Sudah 3 hari anak-anak komunitas homeschooling Sekolah Dolan mengikuti ujian kesetaraan paket C ( IPA dan IPS ) , dimana ujian ini adalah ujian tahap II, karena pada bulan juli 2010 lalu ada juga beberapa anak kami dan bersama dengan anak-anak dari komunitas lain di Jakarta, Tangerang dan Jogja serta beberapa hs Tunggal secara bersama-sama melakukan evaluasi untuk menempuh ujian kelulusan level SD, SMP dan SMA.
Diantara peserta ujian tersebut banyk juga yang masih kelas 2 SMP ataupun SMA... mereka mencoba untuk mengikuti ujian dengan alasan... merasakan situasi uianj nasional, ada juga yang mencoba kemampuannya... dan adapula yang memang program akselerasi... dari target yang telah disepakati antara orang tua dan komunitas pendampingnya seperti yang ada di komunitas kami.
Alhamdulilah ternyata anak kami yang akselerasi bimbingan kami bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.
Semoga hari ini, yang merupakan hari terakhir anak-anak SMA ujian, bisa berjalan dengan lancar.
Diantara peserta ujian tersebut banyk juga yang masih kelas 2 SMP ataupun SMA... mereka mencoba untuk mengikuti ujian dengan alasan... merasakan situasi uianj nasional, ada juga yang mencoba kemampuannya... dan adapula yang memang program akselerasi... dari target yang telah disepakati antara orang tua dan komunitas pendampingnya seperti yang ada di komunitas kami.
Alhamdulilah ternyata anak kami yang akselerasi bimbingan kami bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.
Semoga hari ini, yang merupakan hari terakhir anak-anak SMA ujian, bisa berjalan dengan lancar.
Label:
paket c,
ujian homeschooling
October 16, 2010
Sisi lain saat Tryout
Anak-anak yang mau UJIAN Nasional Sekolah Rumah November bulan depan kemarin telah menyelesaikan tryoutnya... kegiatan yang dilakukan di komunitas dan rumah tinggal peserta SMP dan SMA komunitas sekolah dolan ini memiliki banyak cerita yang unik dan sayang kalau dikesempingkan.
Saat tryout dimulai dengan start yang berbeda... anak-anak yang dikomunitas dilakukan pukul 13.00 namun anak-anak yang di rumahnya dengan pengawasan orang tua atau tutor pendamping lebih sore sekitar jam 14.00..
anak-anak yang dikomunitas ada yng minta jeda dan masak mie rebus dulu karena kelaparan... sedang yang lainnya ngebut.... menyelesaikan isian lembar jawaban karena segera mau pergi ke luar kota.
dihari kedua... juga demikian... karena memang kami tidak mengharuskan kondisi tryout ini yang formal banget.... saat jeda dari mata pelajaran 1 ke yang lain anak-anak masih sempat pesan nasi goreng dulu ke warung favoritnya...
ya... semua ini bisa dilakukan.. namun untuk ujian nanti gak boleh begini lho ya... harus... pakai pakaian putih bawah gelap... dan tepat waktu...
pesan kami....
anak-anakpun menjawab serempak yeeees.... Mr
Saat tryout dimulai dengan start yang berbeda... anak-anak yang dikomunitas dilakukan pukul 13.00 namun anak-anak yang di rumahnya dengan pengawasan orang tua atau tutor pendamping lebih sore sekitar jam 14.00..
anak-anak yang dikomunitas ada yng minta jeda dan masak mie rebus dulu karena kelaparan... sedang yang lainnya ngebut.... menyelesaikan isian lembar jawaban karena segera mau pergi ke luar kota.
dihari kedua... juga demikian... karena memang kami tidak mengharuskan kondisi tryout ini yang formal banget.... saat jeda dari mata pelajaran 1 ke yang lain anak-anak masih sempat pesan nasi goreng dulu ke warung favoritnya...
ya... semua ini bisa dilakukan.. namun untuk ujian nanti gak boleh begini lho ya... harus... pakai pakaian putih bawah gelap... dan tepat waktu...
pesan kami....
anak-anakpun menjawab serempak yeeees.... Mr
October 7, 2010
Tryout Anak-anak pendampingan Homeschooling
Untuk melihan kemampuan yang telah di capai anak pendampingan kegitan homeschooling Sekolah dolan maka kami sepakat bersama orang tua akan mengadakan tryout ( evaluasi penjajakan ) dalam mempersiapkan Ujian Nasioanal Sekolah Rumah yang akan dilakukan pada Bulan November Nanti...
Kegiatan in insya Allah akan dilakukan pada minggu depan mulai tanggal 12 s/d 15 Oktober 2010
Anak-anak level SMP dan SMA Komunitas Seklah Dolan sudah mempersiapkan selama beberapa bulan ini... namun ada juga yang baru 1 bulan ini... ( maklum pindahan dari sekolah LN yang sebenarnya sudah grade 3 dari 5 grade disekolahnya....dan agak memperoleh kesulitan saat di ujian nanti ada mata pelajaran Pkn dan IPS ).....
Semoga semuanya lancar dan bisa memperoleh hasil yang memuaskan...
ayo terus semangat....
Salam Dahsyat.
Kegiatan in insya Allah akan dilakukan pada minggu depan mulai tanggal 12 s/d 15 Oktober 2010
Anak-anak level SMP dan SMA Komunitas Seklah Dolan sudah mempersiapkan selama beberapa bulan ini... namun ada juga yang baru 1 bulan ini... ( maklum pindahan dari sekolah LN yang sebenarnya sudah grade 3 dari 5 grade disekolahnya....dan agak memperoleh kesulitan saat di ujian nanti ada mata pelajaran Pkn dan IPS ).....
Semoga semuanya lancar dan bisa memperoleh hasil yang memuaskan...
ayo terus semangat....
Salam Dahsyat.
December 17, 2009
FAQ Homeschool
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang homeschool
oleh Cynthia Jenkins, Diane Connors, Judy Aron
Terjemahan dari milis sekolah rumah
Mengapa harus melakukan homeschool?
Homeschool memberikan keleluasaan. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengikuti cara belajar yang dibuat khusus untuk anak Anda, dan merupakan arah pembelajaran yang Anda tetapkan. Dengan homeschooling, anak Anda akan menyatudengan apa yang sedang dipelajari, serta menimbulkan rasa memiliki dan ketertarikan yang lebih tinggi. Keluarga yang melakukan homeshcooling bisa memanfaatkan keuntungan dari banyak sumber yang sangat bagus, seperti museum dan program-program khusus, yang kebanyakan tidak bisa ditawarkan oleh lembaga sekolah. Sebagai tambahan, berjalan-jalan ke lingkungan sekitar (studi lapangan) dan kesempatan belajar lainnya bisa dilakukan sebagai alternatif pada saat-saat tertentu dan pada saat anak Anda ingin sekali untuk mengeksplorasi lingkungannya.
Banyak alasan mengapa keluarga-keluarga memilih untuk melakukan homeschool. Suatu keluarga mungkin berharap untuk mengikuti keyakinan keagamaan atau pendidikan tertentu, atau mengambil alih tanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak-anak mereka sendiri. Seorang anak mungkin memiliki kebutuhan khusus, keinginan, dan kemampuan yang bisa sepenuhnya dipenuhi oleh homeshcooling dan mungkin tidak bisa dipenuhi dalam ruang kelas tradisional. Seorang anak mungkin memiliki bakat tertentu yang ingin mereka kembangkan. Kadangkala homeschooling adalah satu-satunya cara untuk keperluan mendidik seperti itu. Sebuah keluarga mungkin harus banyak melakukan perjalanan karena jenis pekerjaan mereka, atau mungkin mereka dari keluarga militer, atau bila anak mereka berada dalam bisnis hiburan, atau bertanding dalam olah raga.
Bagaimana dengan sosialisasi?
Anak-anak yang belajar di rumah, karena mereka banyak menghabiskan waktu dalam dunia nyata, secara umum belajar dengan baik untuk hidup harmonis, baik dengan orang dewasa maupun anak-anak lainnya, serta untuk memiliki teman-teman dari semua umur. Mereka memilih untuk menggunakan waktu dengan orang-orang lainnya karena mereka menyukai teman-teman mereka, atau memiliki minat yang sama, sebagaimana juga para orang dewasa. Dalam banyak bidang, ada grup pendukung formal dan informal yang menawarka kesempatan untuk bertemu anak-anak yang lain dan memberikan waktu untuk bersosialisasi. Banyak pelaku homeschool menemukan bahwa mereka harus mengurangi jadual sosialisasi mereka untuk mendapatkan waktu sendirian di rumah!
Bagaimana saya tahu bahwa homeschooling tepat untuk keluarga saya?
Anda sudah melakukan homeschooling sejak anak Anda lahir. Anda telah membantu anak Anda untuk mempelajari banyak hal yang tak terhitung selama masa kanak-kanak mereka dan keputusan Anda untuk tidak mengirim mereka ke sekolah akan meneruskan hal alami tersebut. Hal terbaik untuk mulai menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan membicarakannya dengan keluarga Anda. Bacalah buku-buku dan bahan lainnya tentang homeschooling dan pergilah ke pertemuan grup pendukung lokal. Jika memungkinkan, Anda sebaiknya membawa anak-anak Anda dalam studi lapangan tentang homeschool. Setiap keluarga yang ingin menerapkan homeschooling harus menentukan untuk diri mereka sendiri bahan pendidikan dan keterampilan apa yang menurut mereka terbaik. Hal ini merupakan hal terindah dalam homeschool. Anda memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang terbaik untuk tiap-tiap anak Anda. Tentukanlah apa saja tujuan pendidikan Anda. Homeschooling merupakan pilihan yang membuat keluarga-keluarga menghargai pendidikan anak-anak mereka. Hal ini bergantung pada orang tua dan anak-anak untuk memutuskan apa dan bagaimana persoalan-persoalan dipelajari. Banyak ragam metode-metode mendasar yang membahas bagaimana melakukan homeschool dan Anda harus melakukan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut mengenai metode-metode tersebut
Bagaimana saya memulai tahun pertama?
Anda melakukan hal yang paling penting, yaitu mempelajari tentang homeschooling untuk diri sendiri terlebih dahulu. Baca, baca, dan baca. Pengetahuan merupakan kekuatan, ketahuilah hak-hak Anda. Hubungi grup homeschool lokal.
Sekali Anda sudah memutuskan untuk melakukan homeschool, mungkin Anda akan berharap untuk duduk dengan anak Anda dan menjelajah. Anda juga bisa melakukan beberapa pengujian dengan beragam bahan untuk belajar yang tersedia, yang menguraikan ruang lingkup dan urutan untuk umur dan tingkat kelas yang berbeda-beda. Gunakan bahan-bahan tersebut sebagai panduan, dan sekali Anda telah mempelajari suatu topik, Anda bisa membimbing anak-anak Anda untuk mengeksplorasi topik tersebut. Tempat yang bagus untuk dikunjungi adalah perpustakaan. Anda juga bisa mendapatkan banyak buku, tape, tulisan-tulisan (jurnal, majalah, dsb.), video, dan sebagainya. Juga dari pameran tentang homeschool, toko buku, toko penyedia bahan-bahan pendidikan, dan yang lainnya. Suatu kurikulum khusus mungkin tidak diperlukan untuk kesuksesan pendidikan, dan harus diperhatikan bahwa tidak perlu untuk menghabiskan banyak uang. Gunakan bahan-bahan yang disukai oleh anak Anda. Juga harus dimengerti bahwa satu hal yang berlaku untuk satu anak mungkin tidak berlaku untuk anak lainnya, karena kita belajar dengan cara yang berbeda-beda.
Bagaimana kita berhadapan dengan keluarga dan teman yang berpandangan negatif?
Cukup dikatakan bahwa keluarga dan teman-teman tidak selalu setuju dengan banyak pilihan kita dalam mengasuh anak. Ada banyak jalan untuk menghadapinya, mulai dengan menghindari atau mengubah pokok masalah saat ia muncul, hingga dengan mendiskusikan secara terbuka dengan mereka. Anda tidak perlu selalu merasa bahwa Anda harus mempertahankan pilihan-pilihan Anda.
Khususnya untuk pasangan Anda yang meragukan pilihan Anda, mintalah kesempatan untuk melakukan homeschooling. Anda mungkin mencobanya selama satu tahun dan melihat bagaimana semuanya berjalan. Pilihannya adalah, setelah beberapa waktu mereka akan melihat seberapa banyak anak-anak Anda mengambil manfaat dari homeschooling.
Ada juga waktu-waktu saat ketidaksetujuan mereka kebanyakan terjadi karena mereka tidak mengerti tentang homeschooling , atau karena mereka merasa terancam dalam suatu cara (mungkin mereka bekerja di bidang pendidikan). Mungkin teman atau tetangga merasa bahwa pilihan mereka bagaimanapun juga jauh lebih baik dibandingkan dengan pilihan Anda untuk melakukan homeschool, seperti yang mereka nyatakan, "tapi aku telah mengirim anakku ke sekolah terbaik, apa yang salah dengan hal itu?"
Strategi baik lainnya adalah dengan melibatkan mereka dalam program homeschool anak Anda, sehingga mereka akan mendapatkan bukti dari tangan pertama bahwa hal itu berjalan dengan baik. Biasanya, kakek/nenek yang tidak setuju, dan bibi atau paman tidak mengerti apa yang dimaksud dengan homeschooling. Ciptakanlah beberapa kesempatan bagus untuk menunjukkan kepada mereka dengan mengikutsertakan mereka dalam studi lapangan, atau mungkin dengan meminta bantuan mereka dalam proyek yang sedang Anda kerjakan. Kakek/nenek merupakan sumber yang sangat bagus dalam mengerjakan sejarah keluarga atau topik lain yang mungkin merupakan hobi untuk mereka.
Haruskah kita memiliki kualifikasi untuk mengajar?
Anda mengajar mereka sejak mereka lahir dan homeschooling adalah perpanjangan alami dari hubungan itu. Anda tidak seharusnya "meniru persis sekolah di rumah" dengan mengajar model ruang-kelas. Banyak pelaku homeschool tidak melakukan "mengajar pelajaran" dengan mengelilingi meja dapur sebagaimana dianggapkan dalam melakukan homeschooling . Karena kebanyakan anak-anak belajar dengan dirinya sendiri, dalam kebanyakan waktu Anda akan mendapati diri Anda sebagai pengumpul bahan-bahan atau menjadi fasilitator. Anda mungkin harus menjelaskan informasi yang telah dibaca anak Anda, atau menjabarkan suatu konsep. Untuk pokok-pokok masalah yang hanya sedikit Anda ketahui (seperti ilmu roket atau aljabar), Anda harus mencarinya di luar kelas melalui sekolah lokal atau program-program yang ditawarkan oleh komunitas homeschool lokal. Di Connecticut (AS), orang tua bertanggung jawab untuk menyediakan instruksi, dalam cara yang mereka pilih, untuk anak-anak mereka, tapi tidak diperlukan adanya sertifikasi. Di negara bagian lain mungkin disyaratkan bahwa Anda memiliki ijazah SMU.Anda juga harus memperhatikan undang-undang negara bagian tempat Anda tinggal.
Bisakah orang tua tunggal melakukan homeschool?
Orang tua tunggal bisa melakukan homeschool. Mungkin hal ini memerlukan pengaturan waktu yang kreatif atau dukungan dari keluarga dekat, tapi hal ini bisa dilakukan. Dalam sejarah, kebanyakan keluarga didefinisikan sebagai "ayah pergi bekerja, dan ibu berada di rumah dengan anak-anak." Dalam masyarakat sekarang hal itu menjadi norma yang seringkali tidak terjadi. Homeschool yang dilakukan oleh orang tua yang bekerja (lihat di bawah ini), ayah berada di rumah melakukan homeschool, Orang tua yang sakit melakukan homeschool, dan kadangkala kakek/nenek juga melakukan homeschool untuk cucu-cucu mereka.
Bisakah orang tua yang bekerja melakukan homeschool?
Orang tua yang bekerja bisa melakukan homeschool. Salah satu orang tua mungkin bisa membawa anak mereka ke tempat kerja, atau mungkin tempat kerja mereka berada di rumah. Saat kedua orang tua pergi bekerja dan tetap berharap bisa melakukan homeschool, hal itu mungkin memerlukan adanya pengaturan ulang jadual kerja, tapi biasanya akan selalu ada suatu cara untuk melakukannya. Biasanya kebanyakan halangan akan bisa dipecahkan dengan pemikiran untuk menyelesaikan masalah.
Juga buatlah waktu spesial untuk ibu saja!
Penting bagi orang tua pelaku homeschool untuk meluangkan waktu untuk diri mereka sendiri, dalam bentuk melakukan hobi atau keluar rumah melakukan bowling di malam hari atau melakukan aktivitas santai lainnya. Hal itu juga menyehatkan bagi anak dengan melihat orang tua mereka sebagai pelajar saat ayah atau ibu keluar rumah mengambil kelas (belajar), atau mengambil bagian dalam program pendidikan untuk orang tua. Jangan lupa untuk membuat rencana bagi diri Anda sendiri!
Berapa biaya untuk melakukan homeschool?
Homeschool bisa dilakukan hampir tanpa biaya atau Anda bisa mengeluarkan sedikit uang untuk membeli kurikulum atau kelas luar rumah. Hal itu bergantung sepenuhnya pada yang Anda rasa nyaman, sebagaimana juga bagaimana rencana dan tujuan Anda. Biaya juga tergantung pada berapa jumlah anak-anak Anda yang mengikuti homeschooling. Pelaku homeschool bisa mendapatkan sejumlah bahan homeschool yang banyak sekali secara gratis dari perpustakaan, termasuk pendaftaran anggota perpustakaan dan guru-guru.
Komunitas lokal juga menawarkan banyak kesempatan pendidikan gratis, dan juga jangan lupa proyek pelayanan komunitas yang juga menyediakan pengalaman belajar yang luar biasa. Banyak pelaku homeschool juga bersandar pada penjualan obral dan toko diskon untuk mendapatkan buku-buku dan tape pendidikan. Beberapa pelaku homeschool berbelanja kebutuhan mereka di pameran homeschool atau berbelanja menggunakan home catalog. Grup homeschool lokal juga melakukan pertemuan untuk tukar-menukar dan berbagi kurikulum. Yang terakhir, internet merupakan sumber yang hebat, menyediakan website pendidikan, dan tempat untuk mencetak bahan-bahan seperti lebar kerja ( worksheet), atau kursus-kursus berbasis internet.
Bagaimana saya mengorganisasikan diri?
Carilah informasi dari internet atau perpustakaan. Kebanyakan pustakawan akan gembira untuk membantu Anda menunjukkan tempat bahan-bahan yang diperlukan dan bahkan mungkin mengetahui tentang grup pendukung homeschool lokal. Bacalah sebanyak Anda bisa. Di bawah ini ada beberapa link yang membantu:
http://www.cthomeschoollaw.com
Site baru oleh seorang ibu yang melakukan homeschool dan juga seorang pengacara, Deborah G. Stevenson. Site ini menyediakan hukum yang menyediakan informasi untuk orang tua yang ingin mendidik sendiri anak-anak mereka, atau untuk mereka yang membutuhkan informasi lebih banyak mengenai pendidikan hukum di Connecticut.
http://www.learninfreedom.org
Site tentang homeschool oleh seorang ayah, Karl M.Bunday, memberikan pandangan yang luas tentang sekolah di rumah secara tradisional. Juga banyak link ke artikel-artikel dan buku-buku yang disarankan untuk dibaca.
http://www.unschooling.com
Site bagi mereka yang tidak begitu-tradisional, menyediakan artikel-artikel, newsletter , dan bahan-bahan lainnya.
Menggambarkan bagaimana mengorganisasi hari-hari Anda sebagai keluarga homeschool adalah aktivitas yang menyenangkan dan berguna. Bahkan jika rencana Anda adalah dengan tidak mengikuti suatu kurikulum, keluarga masih harus menentukan tujuan-tujuannya dan membantu anak-anak untuk mencapai tujuan mereka. Duduklah dengan selembar dan pulpen dan lakukanlah pencarian ide-ide. Aktivitas-aktivitas macam apa yang ingin Anda lakukan? Apakah tujuan-tujuan Anda sebagai orang tua? Apakah yang ingin dicapai oleh anak-anak Anda? Mungkin keluarga Anda memiliki mimpi untuk mengunjungi negara lain. Hal ini mungkin merupakan suatu motivasi bagi keluarga Anda untuk menguasai bahasa negara lain. Dapatkan lembar perencanaan homeschool gratis di:
http://www.thehomeschoolmom.com/planner.html
Pengorganisasian meliputi banyak hal. Seorang orang tua pelaku homeschool baru-baru ini merekomendasikan website ini untuk "pembersihan dan pengaturan rumah" secara umum. Dua hal yang saat ini sedang saya lakukan dengan membantu anak-anak untuk belajar dengan cara yang benar-benar lucu:
http://www.flylady.net
jadikan the flylady membantu Anda untuk belajar bagaimana cara dan untuk tetap terorganisasi dan bersih.
Bagaimana gaya mengajar?
Di bawah ini beberapa gaya untuk mengajar. Ada empat gaya umum untuk mengajar dan meskipun baik untuk memperhatikannya, juga perlu diketahui bahwa orang tua sebagai guru tidak bisa dikategorikan ke dalam salah satu kategori begitu saja.
1. Pendekatan tradisional
Juga disebut sebagai sekolah-di-rumah, homeschool berbasis-kurikulum, dan belajar-terstruktur. Keluarga yang menggunakan pendekatan ini menggunakan buku teks ( text book), tingkatan-tingkatan kelas, dan jadual, seperti yang dilakukan di sekolah.
2. Unit studies
Nama lainnya adalah belajar tematik atau terintegrasi; ambil satu topik, dan pelajari hingga mendalam.Kadang pada akhirnya Anda akan meliputi semua pokok permasalahan sekolah. Sebagai contoh, belajar tentang burung-burung mungkin akan mengikutsertakan membaca tentang ahli burung ( ornithologist) yang terkenal (bidang seni bahasa), mempelajari anatomi burung dan siklus hidupnya (sains), membuat diagram jalur imigrasi burung (matematika dan geografi), dan membangun rumah burung (matematika dan seni).
3. Unschooling
Juga disebut dipicu-oleh-minat, dimulai-oleh-anak, atau belajar dari alam. Keluarga unschooling mempercayai murid(anak)-nya untuk menentukan apa yang ingin ia pelajari dan kapan ia ingin belajar. Orang tua memberi fasilitas, memberi bantuan anak-anak untuk memenuhi minat dan tujuan mereka. Seluruh bagian dari hidup adalah sekolah dan dunia di sekeliling kita adalah ruang kelas.
4. Eclectic approach
Pendekatan ini menggunakan keseluruhan tiga pendekatan di atas, dan juga semua pendekatan lainnya yang mendorong antusiasme dalam belajar.
Apakah yang dimaksud dengan gaya belajar?
Ada beberapa cara anak untuk belajar. Ada auditory learner, yaitu orang yang belajar dengan mendengar. Visual learner, yaitu orang yang belajar dengan melihat, dan kinesthetic learner, yaitu orang yang belajar dengan menyentuh benda-benda. Sekali lagi, tentu akan ada perpaduan di antara gaya-gaya belajar tersebut, akan tetapi bila Anda membaca konsep-konsep ini, Anda mungkin akan bisa untuk menentukan tipe belajar anak Anda. Ini adalah website yang bagus yang memberikan penjelasan lebih detil:
http://www.ldpride.net/learningstyles.MI.htm#Learning%20Styles%20Explained
Kurikulum apa yang saya perlukan bila saya menginginkannya?
Pada tiap musim semi ada beberapa pameran homeschooling di Connecticut. Pameran ini merupakan tempat yang baik untuk mendapatkan kurikulum dan bertemu dengan orang-orang lain yang menggunakannya. CHN mempunyai daftar pameran yang dilakukannya di website-nya:
http://www.homeschoolnewslink.com
untuk mendapatkan pendaftaran koran tentang homeschool secara gratis dan informasi pameran-pameran lainnya yang dilakukan di seluruh Amerika Serikat.
Apakah cara terbaik untuk mendidik anak saya?
Masalah ini merupakan hal terindah dalam homeschool: Anda harus memutuskan! Anda mengenal anak Anda lebih baik dari siapapun. Lebih banyak yang Anda baca tentang bagaimana cara mendidik, bagaimana anak belajar, jenis-jenis kecerdasan yang beragam, akan lebih banyak hal yang Anda ketahui tentang pada bidang apa Anda dan anak Anda akan lebih berhasil. Hal indah lainnya adalah Anda dapat selalu mengubah pemikiran Anda jika sesuatu tidak berjalan dan menemukan jalan yang lebih baik untuk mencapai tujuan Anda.
Bagaimana saya tahu bahwa program homeschool yang saya lakukan berjalan dengan baik?
Saya suka memikirkan homeschooling sebagai "lompatan keyakinan". Anda mungkin berpikir bahwa anak Anda tidak berkembang dengan baik dalam beberapa bidang tertentu dan kemudian saat Anda menguji mereka, Anda menemukan bahwa mereka baik-baik saja. Anda mungkin menemukan bahwa anak Anda memerlukan bantuan tambahan dalam beberapa bidang, atau perlu untuk suatu pokok masalah secara menyeluruh untuk jangka waktu tertentu. Mungkin hal ini terlihat radikal, tetapi ini mungkin karena begitulah kebutuhan anak Anda. Banyak pelaku homeschool mempunyai penjilid kertas (binder) untuk tiap anak yang berisi data-data tentang pekerjaan/proyek yang sedang dikerjakan anak-anak, dan mungkin juga brosur dari perjalanan yang pernah dilakukan. Hal ini bahkan bisa membukakan mata saat melihatnya kembali pada akhir tahun dan menyadari bahwa Anda dan anak Anda telah menyelesaikan lebih dari yang Anda bayangkan. Jika Anda membeli kurikulum, cara penilaian tersebut sudah menjadi satu dengan kurikulum dan Anda bisa melihat dimana posisi anak Anda secara akademis.
Apakah Anda mempunyai kepercayaan Nasrani atau tidak, artikel-artikel dalam website berikut, yang ditulis oleh ayah Nasrani dan pendiri toko homeschooling on-line ( www.elijahco.com), akan membukakan pikiran dan ditulis dengan baik:
http://www.homeschoolcounsel.com
Apakah pelaku homeschool melakukan pekerjaan sukarela?
Kebanyakan pelaku homeschool melakukan kerja sukarela. Bahkan kebanyakan melihatnya sebagai bagian utama dari pengalaman homeschooling. Hal ini merupakan cara untuk menyatukan anak-anak ke dalam komunitas di sekitarnya. Hal ini memberikan anak-anak rasa berguna dan rasa memiliki lingkungan, yang seringkali hilang dari pengalaman bersekolah.
Bacalah tulisan John Taylor Gatto (http://www.johntaylorgatto.com dan juga di www.amazon.com, atau di toko-toko buku), yang baru-baru ini menjadi Teacher of The Year 1991 di negara bagian New York dan kota NY, untuk mendapatkan ide lebih banyak tentang kerja sukarela. Dia mengharuskan murid-muridnya melakukan kerja sukarela satu hari penuh dalam seminggu. Banyak murid kembali padanya bertahun-tahun kemudian dan berkata padanya bahwa kerja sukarela itu merupakan salah satu pengalaman hidup terbaik yang mereka miliki dan memberi mereka kepercayaan diri yang nyata.
Apakah bisa melakukan homeschool untuk sekolah menengah (SMP/SMU)?
Ya, bisa. Anda bisa melakukan homeschool hingga sekolah menengah. Ada banyak sumber bagus yang akan membantu Anda melakukannya. Semakin banyak orang yang memutuskan untuk melakukan homeschool hingga tingkat sekolah menengah karena ada begitu banyak cara untuk menyelesaikan pendidikan tingkat menengah. Juga ada banyak pelaku homeschool yang diterima di perguruan tinggi yang sangat bagus.
Beberapa anak mendapatkan ijazah sekolah menengah terakreditasi melalui pendidikan jarak jauh yang menawarkan program pendidikan menengah. Sebagai tambahan, pelaku homeschool juga bisa menyiapkan dan kemudian memberikan, transkip (nilai pendidikan) secara keseluruhan kepada perguruan tinggi, yang bisa mengikutkan kursus sekolah jarak jauh bersama dengan hal-hal lain sebagai tanda telah menyelesaikan sekolah menengah. Hal-hal lain tersebut antara lain program belajar di luar negeri, kursus-kursus bahasa, kursus-kursus on-line di internet, dan kerja lapangan ( college coursework), yang biasanya diselesaikan pada saat SMP dan SMU, sebagaimana juga pelajaran homeschool.
Bagaimana tentang mengambil college course di pendidikan menengah?
Banyak perguruan tinggi menerima pelaku homeschool dan bisa memberikan anak Anda uji penempatan ( placement test) sebelum dia bisa memilih kursus. Ada banyak perguruan tinggi yang mengijinkan Anda untuk mengambil kursus secara gratis dan secara kredit saat Anda sedang menyelesaikan homeschooling tingkat menengah. Hal ini merupakan berita bagus, karena kemudian di saat Anda mendaftar ke perguruan tinggi, mereka akan lebih mengutamakan anak-anak yang telah mempunyai pengalaman kursus setingkat perguruan tinggi. Bertanyalah pada perguruan tinggi setempat untuk melihat apakah mereka menawarkan program pendaftaran-ganda seperti ini dan mintalah informasi tentang prosedur pendaftarannya.
Apakah buku "Teenage Liberation Handbook" itu?
The Teenage Liberation Handbook: How to Quit School and Get a Real Life and Education adalah buku yang ditulis oleh Grace LLewellyn (1998, ISBN 0-96295917-0 [pbk.], US$19.00). John Taylor Gatto (lihat di atas), menulis di sampul belakang buku ini (edisi 1991),"Siapapun yang mengikuti cetak biru yang jelas ini pasti akan menemukan masa depan dengan penuh keberanian, antusiasme, sumber yang tiada habisnya, dan cinta dalam kehidupan yang sangat banyak yang telah dimiliki oleh penulisnya. Dia memperlihatkan secara cemerlang bahwa sekolah dan pendidikan adalah dua hal yang sangat berbeda, mendefinisikan pendidikan secara tepat dan dengan semangat yang luar biasa sehingga pembaca ditinggalkan terpesona dengan kemungkinan yang begitu kaya." Buku ini telah diperbarui dengan informasi-informasi dari berbagai negara, sumber-sumber internet, dan banyak lagi.
Bisakah pelaku homeschool benar-benar diterima di perguruan tinggi?
Ratusan perguruan tinggi, universitas, dan institut kejuruan di seluruh AS menerima pemohon homeschooled. Banyak yang secara aktif merekrut pelaku homeschool karena jejak mereka yang terbukti secara nasional. Tidak ada "satu jalur" untuk masuk ke perguruan tinggi - ada beberapa perguruan tinggi yang tidak peduli dengan "sertifikat", dan yang lainnya tidak akan melihat pada lembar pendaftaran tanpa "bukti" kelulusan dari SMU (yaitu ijazah atau GED).
Penerimaan ini benar-benar bergantung pada sekolah tempat Anda mendaftarkan diri. Anda perlu datang ke perguruan tinggi yang ingin Anda masuki dan menanyakan pada mereka apa yang mereka inginkan dari pendaftar pelaku homeschool. Beberapa perguruan memerlukan tambahan ujian SAT dan mungkin mendasarkan penilaian mereka semata-mata pada nilai ujian ini. Yang lainnya mungkin memerlukan transkrip yang terdokumentasi dengan baik.
Perguruan tinggi lebih menyukai anak-anak yang telah berpengalaman mengikuti kursus perguruan tinggi, dan ada banyak perguruan tinggi lainnya yang akan mengijinkan Anda untuk mengikuti kursus secara gratis dan dengan kredit! Mereka juga senang melihat pengalaman melakukan perjalanan ke luar negeri, kemampuan menguasai beberapa bahasa, dan bukti bahwa pernah melakukan pelayanan untuk komunitas. Harus dicatat bahwa perguruan tinggi bukanlah satu-satunya jalan untuk para pemuda. Mendaftarkan diri ke perguruan tinggi tanpa pemikiran yang jelas tentang apa yang akan dicapai bisa menjadi jalan yang sangat mahal untuk menggambarkan apa yang ingin Anda capai dalam hidup.
Banyak pelaku homeschool mungkin menunda masuk ke perguruan tinggi atau bahkan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Banyak pemuda yang tahu apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup juga bisa ikut serta dalam kesempatan magang dan bentuk lain dari pelatihan "langsung-kerja" yang merupakan jalan masuk yang lebih cepat dan memuaskan ke dalam pasar kerja dan hidup yang mandiri.
Bisakah melakukan homeschool untuk anak dengan kubutuhan khusus?
Ya, Anda bisa melakukan homeschool untuk anak dengan kebutuhan khusus. Anda mengenal anak Anda dengan sangat baik, dan meskipun di sekolah yang dibiayai dengan baik, anak-anak dengan kebutuhan khusus tidak mendapatkan kebutuhannya terpenuhi. Ada banyak sumber dan pengakuan dari orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus di internet. Banyak orang menemukan bahwa anak dengan kebutuhan khusus mereka tumbuh dengan pesat dan belajar lebih baik di lingkungan rumah yang lebih aman dan penuh rasa cinta di rumah dibandingkan dengan di sekolah. Ini adalah website yang menarik yang menjabarkan lebih jelas mengenai hal ini: http://www.vhea.org/special.html.
Apakah saya harus menyimpan semua catatan tentang semua yang dilakukan anak saya?
Hal ini terserah kepada Anda. Kebanyakan orang akan menyimpan catatan-catatan tersebut. Jika Anda membeli kurikulum, Anda secara otomatis akan memiliki kertas catatan. Yang harus Anda lakukan adalah mengumpulkan semuanya! Biasanya, binder kertas akan bekerja cukup baik. Anda bisa menyimpan kertas-kertas yang relevan dan menyimpan data tambahan seperti foto-foto Anda dan anak-anak Anda yang diambil di kebun pekarangan rumah yang ditanami bersama pada musim salju. Juga masukkan foto perang bola salju yang dilakukan setelahnya.
Dokumentasi tidak hanya membantu Anda, mereka juga akan sangat berguna untuk anak Anda, tidak peduli setua atau semuda apapun mereka. Anak-anak perlu melihat bahwa mereka melakukan perkembangan pada banyak tingkat. Ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk mendidik mereka kemampuan berorganisasi dan kemampuan untuk mengevaluasi diri. Mereka akan bisa melihat perkembangan mereka dalam berbagai bidang kehidupan.
Bagaimana saya mendapatkan ijazah untuk anak saya?
Beberapa anak mendapatkan ijazah SMU terakreditasi melalui umbrella school yang menawarkan program pendidikan SMU. Anak-anak lainnya bisa mengambil GED ( General Equivalency Diploma).GED secara mendasar memungkinkan siapa saja yang lulus ujian ini untuk mendapatkan ijazah setara SMU. Beberapa orang tua pelaku homeschool mencetak ijazah mereka sendiri, yang bisa dibenarkan karena tidak semua orang memiliki ijazah yang terakreditasi. Ada juga perguruan tinggi dan pemilik usaha yang tidak memerlukan ijazah SMU untuk pendaftaran atau bekerja.
(tambahan)
Untuk di Indonesia sudah ada beberapakeluarga yang memperoleh ijasah untuk level SD / SMP / SMA baik melalui umbrella school ataupun lewat jalur kesetaran ( MOU ASAHPENA denga DINAS SETEMPAT sudah dapat menyelengggarakan Ujian Sekolah Rumah secara bersama seluruh Indonesia dgn peserta dari HS Tunggal / Komunitas ) yang terselenggara pada bulan Juli 2010 jadi Ijasah..../ TIDAK MASALAH
Apakah saya perlu melakukan ujian untuk anak saya?
Di Connecticut, Anda tidak perlu berpartisipasi dalam ujian negara bagian atau ujian nasional. Beberapa keluarga senang jika anak-anak mereka mengikutinya. Hal ini biasanya diperkuat karena Anda sudah benar-benar mengenal anak Anda. [url]www.thehomeschoolmom.com[
/i] memiliki beberapa pemikiran yang bagus mengenai masalah ini, sebagaimana juga banyak hal-hal gratis dan tip-tip menghemat uang dari pelaku homeschool yang lain. Periksa juga:
http://www.thehomeschoolmom.com/hn/testingtips.html
Bagaimana jika saya menginginkan anak saya untuk mengikuti ujian?
Ini ada sumber yang bagus dari Ann Zeise dan Carol Moxley (pengarang "A to Z Home's Cool Homeschooling"), yang menyediakan daftar layanan ujian:
http://www.gomilpitas.com/homeschooling/articles/010499b.htm
Karl Bundy memilikik halaman yang bagus berikut dengan referensi-referensi - Anda bebas untuk memasukkan beberapa atau seluruh halaman FAQ disini:
[url]http://learninfreedom.org/hmsc_what_and_why.html
Bisa mengikuti Ujian di Komunitas Pendamping atau PKBM asal semua dilakukan dengan elegan tanpa kecurangan
Subscribe to:
Posts (Atom)