Showing posts with label Ujian di Malang. Show all posts
Showing posts with label Ujian di Malang. Show all posts

January 16, 2014

Mengapa Pilihan mereka di PT Swasta..?


Setelah kami coba mengamati perjalanan beberapa anak-anak yang sudah kuliah ternyata sebagian besar mereka memang langsung memilih Perguruan Tinggi Swasta untuk melanjutkan pendidikannya,
Ada beberapa tempat Favorit yang menjadi pilihan hampir 28 % ini dikarenakan dekatnya tempat kuliah ( dalam kota ) dan mungkin hal ini lebih bisa meringankan dari segi biaya.
PTS swasta lain yang di luar kota dan menjadi Favorit Adalah Universitas PETRA Surabaya dengan terbanyak pilihan di jurusan Management Bisnis. ( 13 % ).
Sementara yang ingin kuliah diluar Negeri juga lumayan ada sekitar 13 %

Mengapa mereka langsung memilih ke Swasta dan tidak mencoba ikut ujian di PTN..?

1. Mungkin karena tawaran biaya yang lebih murah 
2. Pendaftaran PTS sudah dibuka terlebih dahulu dan bila diterima hrs langsung bayar DPP dll.
3. Pilihan jurusdan dengan kualitas yang tidak kalah dari yang ada di PTN
4. Ada subsidi atau mungkin Discount potongan biaya yang cukup besar bila berprestasi di sekolah
5. Fasilitas PTS yang juga bagus dan tidak kalah dengan PTN.

Mungkin ini yang membuat mitra kita melanjutkan kuliah dan langsung memutuskan untuk masuk diberbagai PTS yang ada di Indonesia.

Sebagian mereka yang kuliah di luar negeripun ternyata biayanya juga memilih yang relatif terjangkau dan bahkan hampir sama dengan beberapa PTS di Indonesia, namun kualitasnya bisa lebih baik.











November 6, 2013

RAKER ASAHPENA

Jakarta, 5 November 2013


Semakin pentingnya dan banyaknya langkah yang  harus dilakukan maka pada tanggal 5 November 2013 bertempat di kediaman Kak Seto (kantor pusat ASAHPENA), kami berkumpul bersama yang merupakan wakil dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembahasan guna persiapan RAKER NASIONAL ASAHPENA serta JAMBORE HOMESCHOOLING dan PENDIDIKAN ALTERNATIF yang akan dilaksanakan tahun depan, telah menghasilkan beberapa usulan penting serta langkah yg harus diperbuat.

Beberapa wajah baru melengkapi pengurus lama yg selalu konsisten berfikir dan berbuat untuk pelayanan yg lebih baik lagi bagi kebutuhan anak-anak Indonesia khusunya di jalur Nonformal dan Informal.

Selamat 
Salam Dahsyat dari kami


February 8, 2013

Kuliah Di Luar Negeri Bisa lebih Murah

Hari ini saya kedatangan anak SEKOLAH DOLAN yang lagi bersiap untuk kuliah di Taipeh tepatnya di FENG JIA UNIVERSITY.
dia bercerita bantang kampusnya yang dia rasakan suasananya gak jauh beda dengan di Indonesia
Beberapa hal yang menarik yang saya dapat adalah.. tentang biaya hidup dan biaya sekolah yang relatif tidak mahal, untuk biaya hidup selama sebulan sudah termasuk kost ( kamar plus KM/WC di dalam ) cukup 6-7 jta  hal yang mungkin bisa dikatakan lebih murah dari Jakarta, atau mungkin juga di Surabaya.

Untuk makan nasi campur ala Taipeh per porsi hanya Rp 20.000,-  ( mungkin bisa lebih murah dari makan di Jakarta ).
Situasi kost hampir mirip dengan di Indonesia, dan hal yang menarik adalah  tidak dikenakannya biaya masuk sebagaimana dengan PTN dan PTS di Indonesia.



 


di PTN jurusan tertentu kita bisa mengeluarkan biaya ratusan juta lebih. bahkan meski sudah melampirkan surat keterangan gak mampu / surat miskin ternyata biaya masuk masih diatas 10 Juta.

Di Taipeh bila nilai ujian rata-rata diatas 6,5 ternyata masih bisa mendapatkan beasiswa hampir separohnya.
Katakanlah biaya kuliah per tahun 20 - 40 juta  maka siswa tsb bisa hanya bayar 10 - 20 juta.
dan bila nilai lebih bagus lagi misalnya rata-rata UNAS 8 maka beasiswa bisa dapat lebih banyak lagi, wah menurut saya pilihan alternatif yang menarik juga bagi adik-adik yang mau kuliah tahun ini.


persiapan lain yang harus dilakukan bila mau kuliah di Taipeh adalah pendalaman bahasa mandarin yang tentunya tulisannya tidak semudah kita belajar bahasa yang lain.

Mungkin bila ada rencana kuliah di CINA atau TAIPEH sebaiknya adalah kursus bahasa mandarin dulu saat kita sekolah di level SMA, sehingga pada saat lulus nanti sudah siap dan tidak perlu ikut pendalaman bahasa mandarin.

demikian cerita sharing saya dengan CRISTANTO anak Sekolah Dolan yang sekarang lagi DOLAN mencari Ilmu di TAIPEH, thanks Crist semoga kamu sukses..

Salam Dahsyat

January 1, 2013

Bagaimana Nasib Anak Sekolah Rumah dengan tidak adanya Peluang ikut SNMPTN

Bagaimana nasib ribuan bahkan mungkin jutaan anak-anak
yang saat ini bersekolah di beberapa sekolah yang belum memiliki NPSN
(Nomer Pokok Sekolah Nasional).
Juga bagaimana solusi anak-anak yang di jalur Informal dan Nonformal
Apakah pemerintah selama ini hanya menganggap anak yang di Informal
dan Nonformal  tidak mungkin melanjutkan KULIAH..,.?
sejak tahun 2007 an setelah maraknya anak-anak memilih HOMESCHOOLING
atau pendidikan Informal sebagai jalaur yang meraka pilih
sudah banyak aturan-atauran yang tidak berpihak pada mereka.
Harusnya upaya kemandiarian atau mengambil tanggung jawab pendidkan
anak-anak ini mendapat support, karena bagaimanapun juga mereka memilih
alternatif tersebut bukan karena tidak ada lasan yg kuat, namun banyak juga
dikarenakan SEKOLAH FORMAL masih belum menjadi tempat yang pas bagi
mereka untuk melakukan petualangan belajarnya.
Diskriminasi kebijakan mulai dari pelaksanaan Ujian, hingga persyaratan peserta
Paket, dan lambatnya pelayanan (pengumuman kelulusan hingga keluarnya Ijasah)
sudfah sedemikian menghambat langkah yang dilalui oleh nak-anak jalur Informal
dan Nonformal ini.
Yang terbaru.. sekitar November lalu suka cita kita mendengar bahwa ujian anak
Paket bisa hampir berbarengan dengan UN Formal, namun BOM di akhir Desember
2012 langsung di Hujamkan.. dengan kebijakan tentang syarat peserta SNMPTN
yang mengatur mulai komposisi, hingga NISN dan NPSN

Rasanya terasa sekali HAK-HAK kita sudah diabaikan.
Apakah kita hanya diam...!!
Apa hanya ikut nonton saja...??
Sudah waktunya kita berjuang bersama..
untuk kepentingan kita kedepan...!!
kecuali Anda memang tidak perlu.. Ijasah.. dinegara yang masih mengagungkan hal ini..
atau sudah layak dan mantab mengambil jalan lain...!! 
Semoga kita bisa berbuat...
mohon doa dan dukungannya..
Salam Dahsyat...!!!


October 9, 2012

Terima kasih pada mitra PTN / PTS yg menerima lulusan PAKET C

Saat ini anak-anak mitra kami yang level SMA sedang berjuang untuk LULUS Paket C, sementara mereka yang sudah ujian Oktober 2011 dan Juli 2012 telah kuliah di beberapa Perguruan tinggi yang dia inginkan.
Christanto di Taipeh, Aldo di BINUS, Deanisa di Univ London, Rhea dan Denada di Sekolah Desain , Randdy, Frans, Monica, Alvin, Kevin dan William tetap ingin kuliah di kota dingin Malang dan MACHUNG menjadi pilihannya, sementara calon Psikolog Selly sudah sibuk berjuang mewujudkan impiannya di Universitas Muhamadiyah Malang.

Institut Teknologi Nasional menjadi pilihan Bhaga ( arsitektur ) dan Ayu ( Planologi ), Melly semangat memperdalam bahasa mandarinnya di Univ PETRA, sedang Nico Moeljotanto, Giovano dan Michael V ternyata bercita-cita meneruskan Usaha keluarga dengan memilih Managemen Pemasaran PETRA sebagai tempat belajar, Eric Septian, Joshua Jetro dan Kevin Yongly menetapkan jurusan pemasaran menjadi pilihan,  






















Arya tekun belajar robot di Poltek UB sementara Cristhoper memilih memperdalam komputer di STIKI.

Beberapa lainnya masih persiapan kursus Bahasa di beberapa tempat guna mempersiapkan diri belajar di Luar Negeri tahun depan.

Ini menjadi bukti bahwa Ijasah PAKET C yang mereka miliki bisa diterima di berbagai PTN/PTS baik di negeri ini atau di luar negeri, jadi gak ada keraguan lagi bahwa ijasah PAKET itu katanya susah bila masuk ke PTS/PTN atau nada miring bahwa bila ujian PAKET itu kalau mau melanjutkan kejenjang diatasnya dikenakan biaya lebih mahal..???  wow ... semua anak-anak bisa lulus test dan bahkan ada yang memperoleh biasiswa dari PTS nya.

Alhamdulillah, kami juga bisa menjalin kerjasama dengan beberapa PTS / PTN dengan ada berkomunikasi via e-mail, surat atau langsung sehingga proses masuk anak-anak memperoleh kemudahan.

Pendidikan Informal (homeschooling) atau Non Formal.. memang sudah selayaknya bisa mendapatkan perhatian yg lebih baik lagi, sehingga penyelenggara belajar mandiri bisa menjadi pelengkap guna bisa membantu anak bangsa untuk menyelesaikan Pendidikannya.

















Kejelasan waktu penyelenggaraan ujian yang selama selalu mengganggu persiapan dan target anak-anak dalam mempersiapkan diri, serta pelaksanaan ujian yang mepet bahkan setelah pelaksanaan SNMPTN membuat hambatan yg cukup merepotkan untuk berjuang masuk PTN.

semoga kedepan realita bahwa peserta PAKET C banyak juga yg berkeinginan kuliah bisa menjadi perhatian Pemerintah.

Semoga..

Salam Dahsyat semoga ini bisa mencerahkan dan memotivasi mereka yang ingin terus berjuang meraih LEGALITAS yang pada kenyataannya masih dibutuhkan di NEGERI ini..!!!

Salam Dahsyat...!!!


October 8, 2012

Jangan Sepelekan Perjuangan Mereka

Hari ini tanggal 8 Oktober 2012 anak-anak peserta ujian Paket C periode II th 2012
memulai berjuang untuk bisa lulus dan mendapatkan legalitas.
Mereka adalah anak-anak yang memang tidak sekolah di sekolah formal, namun
sudah menjadi anak-anak yg menempuh pendidikan in formal ( Hs Tunggal ) atau non formal
bila mereka tergabung di Mitra lembaga yg menyelenggarakan ujian Paket tsb.

Anak-anak ini , khususnya yang ikut berjuang bersama kami ini  bukanlah anak-
anak yg hanya ikutan ujian saja tanpa persiapan, namun mereka sudah melakukan
serangkaian kegiatan mandiri (belajar mandiri) dengan mengerjakan LKS atau buku
buku penunjang bahkan pakai guru elektronik yg kita punya baik online atau menggunakan
CD sesuai materi yg akan diujikan.


















Setelah itu mereka masih harus melewati tahapan ujian Tryout 3 x yang kita lakukan
online dan tulis sehingga harapan kita anak-anak ini benar-benar siap menghadapi
ujian kali ini.
Alhamdulillah pada periode I 30 siswa sudah bs Lulus dan sekarang melanjutkan ke jenjang
diatasnya baik di PTS/PTN atau di Luar Negeri sesuai keinginan mereka.

Maka bila masih ada pandangan yang miring tentang ujian Paket C , dengan kata lain
bisa pasti lulus, pasti dibantu, dan dibagi kunci jawaban dsb. itu tidak berlaku bagi kami
mungkin saja ada di tempat lain, sebagaimana penyelenggara yg melakukan ujian dengan cara
instan tanpa ada proses bimbingan dan pendampingan dan dijamin lulus ( Oknum menyesatkan
th 2010 ).

Bagaimanapun juga anak yang lulus harus berjuang untuk LULUS dan mereka harus mau
berproses.

Akhirnya kami mengucapkan selamat Berjuang anak-anak
untuk penyelenggara ujian.. Ayo kita kawal anak-anak menjadi anak-anak yang LULUS
dengan cara bermartabat.

Salam Dahsyat.

September 26, 2012

Acara Menarik Di Mitra Kita.....Ayo Ikut

Acara di mitra kita ini diselenggarakan tiap tahun secara rutin.. dan kami Alhamdulillah bisa berpartisipasi meski tdak bs mengikuti semuanya
Acara yang sangat menarik dan bermanfaat bagi anak-anak ini berlangsung lagi pada bulan Oktober ini.. ayo teman yang disekitar Malang atau yang berkesmpatan hadir pada acarara ini




Lingkup Acara  :
1. Pemutaran dan Diskusi Film Lingkungan
    Senin 1 Okt  judul " Desaku Bernyanyi "
    Selasa 2 Okt judul " Sahabat untukSungai "
    Rabu 3 Okt judul " Penyu Dan Bumi "
    Kamis 4 Okt judul " Orang Hutan "
    Jum'at 5 Okt judul " Global warning "
2. Sarasehan Pendidikan Lingkungan Hidup
3. Workshop melukis dengan warna Alami
Semuanya gratis....
Khusus Melukis adalah untuk anak SD, SMP dari sekolah atau komunitas batasan maksimal umur 15 th dilaksanakan hari minggu tgl 7 Oktober 2012 mulai pukul 8.00- 12.00 WIB peserta dibatasi 50 anak.
Bertempat di jl Margasatwa no 1 Desa Petung sewu Kec Dau Malang
Kontak untuk daftar silahkan ke no Tlp   (0341) 7040564  atau sms kami di 085234075023
Ayo tunggu apalagi saatnya kita belajar dan berkarya














Salam Dahsyat

September 23, 2012

Kesenangan yang bisa jadi Bisnis


Bila seseorang senang akan sesuatu maka biasanya dia akan berusaha untuk mendapatkannya
atau memperolehnya.

Sebagaimana saya, saya suka sekali mainan, suka sekali menggambar dan suka sekali
menggabar, main game dan bercerita,maka saat bekerja saya memilih untuk banyak ...
berhubungan dengan menggambar jadilah sy arsitek di Konsultan desain Nasional dan sempat
menjadi kepala R & D di perusaan furniture asing.
Sekarang saya banyak berhubungan dengan anak-anak PAUD yang melah bisa melengkapi
kesenangan saya seperti menggambar, cerita dan bermain.

koleksi mainan yg cukup banyak dan senangnya anak-anak belajar wirausaha selama ini
mendorong untuk membuat kegiatan yang bisa dilakukan oleh mereka.
pengalaman jualan anak-anak pada momen tertentu misalnya saat bulan Ramadan, dan
saat bantu minimarket kita.menguat. kan untuk memberikan  peluang lebih untuk mengembang
kannya belajar mengelola sebuah usaha / bisnis kecil-kicilan.

sebuah kegiatan tempat bermain anak-anak yg kita namakan
omah dolan 

coba kita buka untuk mengisi kegiatan sekaligus belajaka r mengelola suatu usaha
diluar kegiatan belajar mereka.. 
semoga ini bisa jadi kegiatan homeschooling yg menarik  mereka...

mengoptimalkan kesenangan menjadi sebuah BISNIS yang bisa menghasilkan
sesuatu.. yg bermanfaat bagi mereka kelak..




September 20, 2012

berjuang Untuk LEGALITAS


   penyerahan soal ujian paket A


    berjuang untuk lulus dengan jujur..

   Mungkin ada sebagian yang gak perlu legalitas... karena kemampuannya yang
   sudah mumpuni, baik keluarga... dan  keyakinan yg kuat pada orang tuanya.
    Namun beberapa anak Pengusaha ini tetap berjuang untuk mendapatkan pengakuan
    Negara..., karena saat di Singapura hal itu ternyata gak dia dapatkan.
    Pagi hari mereka belajar.. siang hari mebantu ayah dan ibunya di Pabrik atau
    Toko / bengkel yg di miliki orang tuanya.
    Seringnya keluar negeri karena harus mengikuti agenda keluarga dalam bisnis
    membuat mereka bermitra dengan kami.
    kegiatan belajar mandiri dengan memanfaatkan web e - learning Sekolah Dolan
    cukup membantu utuk bisa mengikuti target yag ada..
    pada saatnya pun Juli 2012 mereka bisa lulus dengan perjuangan sendiri
    Selamat ya.. Alby, Damario, M Ramadhan, Joshua, Lilis, Abraham, Naufal, Putri
    dan Wiliam serta Alvin.. semoga bisa melanjutkan petualangan berikutnya

    Salam Dahsyat..

September 14, 2012

WEBSITE e-learning diluncurkan

Alhamdulillah,

Mulai bulan Agustus 2012 kita bisa menambah baru fasilitas yg bisa di gunakan
untuk mempermudah belajar dan GAUL banget sehingga anak-anak
diharapkan bisa lebih semangat

Web ini akan berisi daftar mitra Sekolah Dolan baik siswa Flexischool, Mitra Hs, Daycare 
dan program Tahfidz

tujuannya adalah supaya bisa mempermudah kegiatan kita
meski sudah memiliki grup di Fb yg aktif diikuti oleh mitra kita dan yg sudah Alumni
namun masih perlu fasilitas lain untuk bisa melihat soal,ujian dan berkenalan dengan
teman-teman yg menjadi mitra SEKOLAH DOLAN di levelnya.


semoga ujian tengah semester, akhir semester dan latihan menghadapi UNAS bisa
kita lakukan dengan lebih baik dengan hadirnya WEB ini.
teriima kasih semua team yg telah bekerja untuk kesempurnaanya
dan semoga bisa di wujudkan banyak hal yang lebih baik lagi kedepan

teriima kasih semua team yg telah bekerja untuk kesempurnaanya
dan semoga bisa di wujudkan banyak hal yang lebih baik lagi kedepan



semo


Salam Dahsyat

July 11, 2012

Pendaftaran menjadi Anggota Sekolah Dolan

Salam Dahsyat

Banyak pertanyaan yang muncul tentang kegiatan yang kami lakukan
Sekolah Dolan ada Sekolah Alternatif yang saat ini menjadi mitra bagi beberapa anak dan orang tua
serta lembaga pendidikan lain.
Anak-anak yang ingin belajar lebih flesibel, anak anak yang belajar mandiri ataupun juga beberapa
anak Homeschooling menempuh jalur legalitasnya melalui lembaga kami.
Orang tua atau lembaga juga banyak menjadi mitra kami untuk sekedar berdiskusi
ataupun membuat kegiatan bareng yang berhubungan dengan optimalisasi potensi anak-anak mereka.
Lembaga seperti http://www.facebook.com/tk.mariyam  juga lembaga yang menjadi mitra   kami dalam
mengembangkan potensi lembaga menuju era digital ini.
Lebih dari 40 anggota kami yang sudah menempuh ke jenjang berikutnya seperti ke SD,SMP dan SMAka
Formal, namun yang paling banyak adalah merenyelesaikan paket C nya untuk bisa masuk ke PTS
seperti PETRA, Machung, Ciputra, Ubaya, Binus, ITN, STIKI, UMM dll. juga PTN seperti UNIBRAW

Ini hanyalah pilihan cara dalam menempul LEGALITAS atau juga cara beberapa yang gak butuh legalitas
dan lebih mengoptimalkan SKILL nya untuk bisa sinergi dengan kami guna mengembangkan potensi dirinya.

Pendaftaran bisa lihat dan isi di link ini  :

https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?fromEmail=true&formkey=dHZaX3lXbzh6SlVWa3ZTaUkySFhBckE6MQ

bila memerlukan sharing bisa buka dan add kami di  :

http://www.facebook.com/mrlukman

atau datang ke Villa Bukit Tidar A4 - 209 Merjosari Malang dengan konfirmasi terlebih dahulu
ke  no 085234075023  / 0341-559763

May 16, 2012

Antara Kebutuhan Anak atau Tuntutan Orang Tua

Pengalaman menjadi mitra anak-anak dan sharing dengan beberapa orang tua ternyata banyak cerita yang didapat, Ada kalanya... orang tua memutuskan untuk melakukan pembelajaran mandiri pada anaknya dikarenakan banyak sebab, diantaranya.. karena ketidak puasan pelayanan di sekolah, karena faktor seringnya bolos sebagai akibat bisnis keluarga atau si anak yang atlet sehingga sering bolos karena even dll.
masing-masing saat memutuskan untuk pembelajar mandiri, seharusnya sudah mempertimbangkan  banyak hal ini, termasuk konsekwensi dan konsisten kegiatan yang akan dilakukan.

Banyak sekali orang ingin Homeschooling namun mereka tidak melakukan atau tidak konsisten pada hal yang ditargetkan di awal, sehingga pada perjalanannya keteter.. dan amburadul , alias berhentilah  ditengah jalan.
Yang saya bicarakan ini adalah mereka yang masih memutuskan Hs sebagai metode atau jalan untuk mendapatkan legalitasnya.

Beberapa keluarga ditingkatan SD dibawah kelas 4 masih bany`k orang tua yang berperan... namun saat menjelang usia kelas 5 biasanya orang tua banyak juga yang memutuskan meminta bantuan tutor atau juga mengirim kan anaknya ke lembaga kursus... untuk penguatan belajarnya menghadapi ujian.
Untuk usia SMP banyak diantaranya bermitra dengan lembaga-lembaga non formal meski juga ada sebagian kecil yang bisa mendampingi anaknya pada bidang pelejaran tertentu... dan ini biasanya adalah keluarga yang punya latar belakang kependidikan.

Terus sebenarnya saat di usia SD dan memutuskan untuk hs ini apakah memang sesuai kebutuhan anak atau karena kebutuhan orang tuanya...???

Ini akan terjadi kebosanan yang lumayan buat repot, bila ternyata orang tua tidak bisa mendapatkan menu yang pas untuk anaknya...,  kebosanan ini terjadi karena sianak ternyata merasa ngiri pada anak sekolahan yang dia lihat lebih menyenangkan dari yang ia lakukan di rumah, dan akhirnya sianak ingin kembali ke sekolah.
Lalu apakah hal ini naif bagi orang tua..., kalau menurut saya tidak lah masalah... karena ini merupakan kebutuhan si anak dan orang tua tidaklah pas bila menuntut anaknya harus ikut kemauan si Ortu.
ada banyak pelaku Hs saat usia dibawah SD kelas 3.. namun kemudian akhirnya memutuskan ke Formal saat naik kelas 4...
Tuntutan orang tua...atau pemaksaan untuk tidak sekolah pada anaknya... sebenarnya jangan lah terlalu dipaksakan bila si keluarga juga tidak siap akan kerumitan dan kerepotan yang terjadi pada kegiatan anaknya nanti..., karena segala sesuatunya harus terpikirkan dan di rancang secara matang. meski pilihan Unschooling, orangtua tetap harus belajar denterus menggali hal-hal mengenai Unschooling. dan tentunya ada pilihan utama yang ingin di capai...

Nah apakah sekarang apakah Anda akan lebih menuntut pada pemaksaan kehendak Anda pada Anak Anda atau lebih melakukan stimulus yang terus menerus untuk kebutuhan si Anak..?
Pasti Anda sendiri yang bisa tahu, pikirkan dan tentukan.....!!!

seperti link berikut.... mencoba menggali potensi si anak  pada kegiatan kunjungan di studio TV :

http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.383844711653463&type=1








December 14, 2011

Belajar Dirumah namun bisa Ikutan UN di sekolah formal

Sebenarnya hal ini sudah ada yang melakukan namun belum banyak
Ada beberapa sekolah yang menerima anak-anak sekolah rumah untuk ikut ujian
di sekolah formal.
Teknisnya ya sesuai aturan harus mengajukan mutasi dari pend In formal ke Formal
semoga berita ini semakin bisa membuka kesempatan yang ingin mendapatkan ijasah sebagaiman anak formal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak sekolah rumah usia sekolah mulai tahun 2012 diarahkan secara bertahap untuk ikut ujian nasional sekolah formal. Selama ini, siswa sekolah rumah mengikuti ujian nasional kesetaraan Paket A, B, dan C atau setara SD, SMP, dan SMA untuk mendapat ijazah sesuai jenjang pendidikan.

"Pendidikan di sekolah rumah juga berkualitas. Sebenarnya, pemerintah mau supaya anak-anak usia sekolah belajar di sekolah formal. Tetapi memang ada anak-anak usia sekolah yang memilih homeschooling. Hak anak-anak ini juga mesti dilindungi," kata Didik Suhardi, Direktur Pembinaan SMP, Ditjen Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Senin (12/12/2011).

Belum lama ini, Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud mengeluarkan aturan yang menghambat anak-anak sekolah rumah atau homeschooling jenjang SMP untuk ikut ujian nasional kesetaraan Paket B. Siswa yang boleh ikut ujian kesetaraan Paket B harus berusia minimal 18 tahun atau boleh di bawah 18 tahun asal sudah berkeluarga atau pernah menikah.

Kebijakan tersebut tentu saja merugikan anak-anak homeschooling usia sekolah di jenjang SMP. Sebab, kebijakan pemerintah soal pendidikan informal mengatur penyetaraan hasil belajar anak-anak homeschooling lewat ujian nasional kesetaraan.

Menurut Didik, sayang jika anak-anak homeschooling usia sekolah yang mendapat layanan pendidikan yang kualitasnya seperti sekolah formal hanya mendapat ijazah Paket A, B, atau C. Dengan adanya kebijakan baru yang bakal dilakukan secara bertahap, anak-anak homeschooling usia sekolah nantinya bisa ikut ujian nasional di sekolah formal.

"Memang masih perlu dibahas lebih lanjut cara mengkonversi hasil belajar siswa sekolah rumah yang bisa diterima sekolah formal. Nanti, sekolah formal harus terbuka untuk bisa menerima anak-anak sekolah rumah yang hendak bergabung untuk ikut UN sekolah formal," kata Didik.

Munasprianto Ramli dari Divisi Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena), mengatakan selama ini memang ada anak-anak homeschooling yang ikut UN sekolah formal. Tetapi selama ini dilakukan secara diam-diam sehingga berkesan ilegal. Tidak semua pimpinan sekolah terbuka untuk menerima anak-anak homeschooling terdaftar di sekolahnya. Akhirnya, banyak anak-anak sekolah rumah yang pilih UN kesetaraan, ujar Munasprianto.

Menurut Munasprianto, sudah saatnya di Indonesia ada sekoalh payung bagi anak-anak homeschooling. Anak-anak usia sekolah tetap belajar lewat jalur sekolah rumah, namun sesekali bisa bergabung belajar di sekolah reguler dan ikut UN sekolah formal.

Munasprianto menambahkan anak-anak homeschooling usia sekolah sebenarnya selama ini dirugikan jika hanya boleh ikut UN kesetraan. Pasalnya, pelaksanaan UN kesetaraan sering berubah-ubah dan pengumuman kelulusan sering terlambat.

"Akibatnya, anak-anak homeschooling tidak bisa daftar sekolah atau kampus di tahun ajaran yang sama karena penyelenggaraan UN kesetaraan setelah UN formal," kata Munasprianto.

Sumber
http://edukasi.kompas.com/read/2011/12/12/15585312/siswa.sekolah.rumah.ikut.un.formal