February 2, 2013

Pilihan Homeschooling karena belajar Tahfidz

Pada  tahun 2012 dan 2013 ini ternyata begitu banyak anak-anak
memilih cara belajarnya dgn HOMESCHOOLING atau FLEXISCHOOLING
dan pilihan itu didasari karena keleluasaan  mereka dalam menentukan kegiatan
yg diinginkan, beberapa hal yang ternyata cukup banyak adalah beberapa santri
Tahfidz berhomeschooling.
Mereka merasa lebih banyak waktu dalam menghafal dan kemajuan yang cukup
dan sekaligus masih berkesempatan untuk belajar memperjuangkan UNAS nya.


sebagai contoh dua anak diatas ini mereka adalah Nadhif dan Auliya anak
Homeschooling setara kelas 2 dan 1 SD.
Bagaimana jadwal belajar mereka ??
mereka belajar rutin pelajaran bidang studinya tiap pagi hari pukul 8.00-11.00
dan kegiatan Tahfidznya tiap hari Selasa - Jum'at sore bersama Ustadznya
kegiatan lain mereka rutin datang ke Perpusatakaan dan toko buku 1 x seminggu
Nadhif yang suka baca ini banyak juga memiliki koleksi buku sains dan pengetahuan
sedang Auliya yang begitu bagus bacaannya lebih senang membuat karya dari
beberapa bahan seperti kertas atau Plastisin.
semoga pilihan ini menjadi yang terbaik bagi mereka
Amiiien

January 1, 2013

Bagaimana Nasib Anak Sekolah Rumah dengan tidak adanya Peluang ikut SNMPTN

Bagaimana nasib ribuan bahkan mungkin jutaan anak-anak
yang saat ini bersekolah di beberapa sekolah yang belum memiliki NPSN
(Nomer Pokok Sekolah Nasional).
Juga bagaimana solusi anak-anak yang di jalur Informal dan Nonformal
Apakah pemerintah selama ini hanya menganggap anak yang di Informal
dan Nonformal  tidak mungkin melanjutkan KULIAH..,.?
sejak tahun 2007 an setelah maraknya anak-anak memilih HOMESCHOOLING
atau pendidikan Informal sebagai jalaur yang meraka pilih
sudah banyak aturan-atauran yang tidak berpihak pada mereka.
Harusnya upaya kemandiarian atau mengambil tanggung jawab pendidkan
anak-anak ini mendapat support, karena bagaimanapun juga mereka memilih
alternatif tersebut bukan karena tidak ada lasan yg kuat, namun banyak juga
dikarenakan SEKOLAH FORMAL masih belum menjadi tempat yang pas bagi
mereka untuk melakukan petualangan belajarnya.
Diskriminasi kebijakan mulai dari pelaksanaan Ujian, hingga persyaratan peserta
Paket, dan lambatnya pelayanan (pengumuman kelulusan hingga keluarnya Ijasah)
sudfah sedemikian menghambat langkah yang dilalui oleh nak-anak jalur Informal
dan Nonformal ini.
Yang terbaru.. sekitar November lalu suka cita kita mendengar bahwa ujian anak
Paket bisa hampir berbarengan dengan UN Formal, namun BOM di akhir Desember
2012 langsung di Hujamkan.. dengan kebijakan tentang syarat peserta SNMPTN
yang mengatur mulai komposisi, hingga NISN dan NPSN

Rasanya terasa sekali HAK-HAK kita sudah diabaikan.
Apakah kita hanya diam...!!
Apa hanya ikut nonton saja...??
Sudah waktunya kita berjuang bersama..
untuk kepentingan kita kedepan...!!
kecuali Anda memang tidak perlu.. Ijasah.. dinegara yang masih mengagungkan hal ini..
atau sudah layak dan mantab mengambil jalan lain...!! 
Semoga kita bisa berbuat...
mohon doa dan dukungannya..
Salam Dahsyat...!!!


December 11, 2012

Mengisi di Islamic Book Fair " Arsitek Kecil "






Pada bulan Desember ini kami mengisi stand di malang Islamic Book fair
Kegiatan yang lebih mengutamakan Sosialisasi Pendidikan In Formal dan Non Formal
ini diharapkan makin banyak masyarakat yg mengenal
sehingga bisa menjadi salah satu Alternatif pilihan pendidikannya.
Beberapa Orang Tua banyak yang sudah tahu.. namun mereka masih banyak meragukan
Legalitas serta Kepastian Jadwal UN nya sehingga mereka berupaya
datang ke Dinas dan lainnya guna bisa mendapatkan informasi
semoga kami tetap bisa berbagi
dengan masyarakat yang tetap membutuhkan edukasi masalah pendidikan
Mandiri, Informal dan Non Formal
Salam, Dahsyat

Alhamdulillah Bisa LULUS dengan nilai yang bagus

Pada Ujian Oktober 2012 ini ada 15 anak yang bisa menyusul 30 teman-temannya yang sudah  LULUS pada buloan Juli yang lalu.
Dan yang melegakan mereka bisa mendapatkan nilai yang bagus-bagus
Orang tua yang berperan sangat besar dan perhatian akan kebutuhan anak-anak ini,
mereka serius sekali menyiapkan segala sesuatunya saat menjelang UNSR 
Bahkan beberapa Orang tua juga support mendampingi saat Ujian
Selamat ya semoga bermanfaat apa yang telah kalian raih..





Natalia, Andrew, Sella, Vania, Kent, Atilla, Dilla, Danti , Balqis, William, Arief , Albert
Dhana .... 

Selamat Ya...!!

December 1, 2012

Garuda Harus Menang

Dalam matchday terakhir Grup B Piala AFF 2012 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (1/12/2012). diharapkan Garuda Muda bisa berjuang maksimal... dan menganggap partai hidup mati sehingga hasil yang didapat bisa maksimal

Banyaknya provokasi dari negara tentangga yang ditujukan kepada pendukung kita menunjukkan ketakutan mereka akan gagal pada turnamen kali ini.

Terlepas dari siapa yang maju dan berjuang pada team Nasional kali ini kami berharap.. pemain ini berjuang semaksimal mungkin dan menunjukkan bahwa mereka layak untuk membela GARUDA pada pentas kali ini.

Ayo Andik, Okto dan Bambang Pamungkas.. selamat berjuang ...!!
lupakan carut marut organisasi sepak bola kita yang memprihatinkan.. Fokus pada harga diri dan martabat Bangsa untuk menjadi yang terbaik di ASEAN.


Semua mata sekarang tertuju pada Anda semua " Pasukan GARUDA " semoga kalian bisa menjadi yang terbaik..!!

Semoga Kemenangan kalian atas Malaysia Malam ini bisa menghibur.. bangsa kita yang dikuasai oleh pemimpin yang Arogan, penuh korupsi dan wakil rakyat yang belum sudi memihak kepentingan rakyat... khususnya di Pendidikan Informal...

Akhirnya Selamat berjuang Garudaku.. kami berdoa untukmu
Salam Dahsyat.

October 18, 2012

Anak Ujian Oktober apa semua IQ nya tinggi..?

Saat mengamati...peserta ujian anak-anak non formal bulan Oktober 2012 ini
kami memiliki data ternyata berbagai alasan mereka ingin ikut ujian Oktober
diantaranya adalah :

1. Memliki kesempatan untuk ujian lebih cepat
    data di tempat kami  : 54 %  mereka memiliki IQ  Superior  ( 121 - 135 )
                                      38 % IQ  diatas rata-rata
                                        8 %  IQ rata-rata
2. Faktor tidak mau ikut UN saat Juli karena ada kegiatan (hobby) yg tidak bisa diringgalkan
3. Karena Faktor Psikologis























Dari data diatas anak-anak kecenderungan memanfaatkan jalur percepatan dengan syarat IQ
(sebagaimana aturan pejabat berwenang ).
dengan megambil kesempatan itu diharapkan mereka bisa mengikuti seleksi SMPTN tahun 2013
dan ada juga yang ingin mempercepat kelulusan kemudian memanfaatkan 1 semester untuk kegiatan
Mondok belajar bhs Inggris atau bahasa lain, ada juga yang belajar skill yang ingin di optimalkan.
sementara bagi yang akan kuliah di Luar Negeri.. kesempatan ini dipakai untuk persiapan, survey
dan mengetahui lebih jauh perguruan tinggi yang akan di pilih nanti.

Beberapa anak lulus SMA dari Paket C pada usia masih relatif muda 14,5 th, 15 th. mereka ternyata memanfaatkan salah satunya adalah peluang ujian lebih cepat ini.


Salam Dahsyat
semoga bermanfaat

October 9, 2012

IQ diatas 135 kok keluar dari sekolah...???

Mungkin Anda terkejut dengan judul diatas, atau mungkin Anda memang maklum...
Atau mungkin juga Anda bingung kok anak yang IQ lumayan tinggi dan dikatakan
superior namun gak kerasan disekolah.
Kami ingin sedikit cerita...




















Beberapa waktu belakangan ini kami menemui atau memiliki anak-anak yang punya
IQ diatas 135 bahkan ada yg 175 atau ( Genius ).

Saat wawancara atau sharing kami belum tahu mereka itu punya IQ yang tinggi, namun
saat test IQ sebagai syarat mitra kami masuk maka IQ mereka ternyata banyak yang
tinggi, hingga kami juga konsultasi pada Lembaga UM yang selama ini menjadi mitra
kami dalam melakukan test IQ mereka.

Kecenderungan dari mereka ternyata..anak-anak yang ternyata suka Debat bahkan
bisa dikatakan tukang ngeyel..
Mereka rata-rata berani mempertahankan pendapat mereka, bahkan ada juga yang
jarang sekali mencatat namun lebih senang belajar dengan melakukan diskusi dari topik
yang dipelajari.

Hal ini tentunya sangat bertentangan sekali dengan dunia sekolah yang kadang gurunya
kurang suka berdebat ( atau di EYEL bahasa jowonya ) bisa mungkin masalah cara
penyelesaian soal, atau bahkan diskusi topik pada suatu pelajaran.
Dunia sekolahan yg terstruktur dan siswa harus memiliki catatan tiap bidang studi juga
memaksa beberapa anak untuk keluar dari sekolah.

Lalu bagaimana bila mereka gak krasan di sekolah...?

Ternyata mereka menemukan pendidikan cocok bagi mereka dan ala mereka banget
yaitu belajar mandiri atau bisa juga memilih pendidikan non formal.
Mereka mantab dengan jalur ujian PAKET  A, B dan C yang secara legalitas diakui
oleh Pemerintah.

Dan kenyamanan mereka belajar terwujud dengan mendapatkan kelulusan yang baik
bahkan diantaranya bisa Akselerasi hal yang gak mereka bayangkan sebelumnya saat
mereka di sekolah Formal.

Dari pengamatan kami.. mereka rata-rata ternyata bisa serius mengerjakan tugas dan
tanggung jawabnya untuk memperoleh nilai rapot, mau melewati jenjang evaluasi secara
bertahap hingga mengikuti tryout  guna persiapan menghadapi UJIAN NASIONAL.

Alhamdulillah ternyata mereka juga bisa buktikan lulus test di beberapa perguruan tinggi
ternama.. dan sekarang bisa menikmati kuliah sebagaimana anak-anak lainnya.

Kesimpulan kami.. bagi orang tua yang saat ini memiliki anak-anak yang agak kesulitan
proses belajarnya di sekolah, sebaiknya konsultasikan dengan baik dengan pihak terkait
mungkin saja anak-anak Bapak Ibu ternyata juga memiliki IQ tinggi yang ternyata kurang
mendapatkan pelayanan atau situasi yang menyenangkan di Sekolah, sehingga ada kendala
atau mengalami penurunan prestasi belajarnya.

Salam Dahsyat.. semoga ini bisa menjadi bahan instropeksi kita sebagai orang tua ataupun
juga sebagai pendamping belajar anak-anak di rumah atau di sekolah.


Terima kasih pada mitra PTN / PTS yg menerima lulusan PAKET C

Saat ini anak-anak mitra kami yang level SMA sedang berjuang untuk LULUS Paket C, sementara mereka yang sudah ujian Oktober 2011 dan Juli 2012 telah kuliah di beberapa Perguruan tinggi yang dia inginkan.
Christanto di Taipeh, Aldo di BINUS, Deanisa di Univ London, Rhea dan Denada di Sekolah Desain , Randdy, Frans, Monica, Alvin, Kevin dan William tetap ingin kuliah di kota dingin Malang dan MACHUNG menjadi pilihannya, sementara calon Psikolog Selly sudah sibuk berjuang mewujudkan impiannya di Universitas Muhamadiyah Malang.

Institut Teknologi Nasional menjadi pilihan Bhaga ( arsitektur ) dan Ayu ( Planologi ), Melly semangat memperdalam bahasa mandarinnya di Univ PETRA, sedang Nico Moeljotanto, Giovano dan Michael V ternyata bercita-cita meneruskan Usaha keluarga dengan memilih Managemen Pemasaran PETRA sebagai tempat belajar, Eric Septian, Joshua Jetro dan Kevin Yongly menetapkan jurusan pemasaran menjadi pilihan,  






















Arya tekun belajar robot di Poltek UB sementara Cristhoper memilih memperdalam komputer di STIKI.

Beberapa lainnya masih persiapan kursus Bahasa di beberapa tempat guna mempersiapkan diri belajar di Luar Negeri tahun depan.

Ini menjadi bukti bahwa Ijasah PAKET C yang mereka miliki bisa diterima di berbagai PTN/PTS baik di negeri ini atau di luar negeri, jadi gak ada keraguan lagi bahwa ijasah PAKET itu katanya susah bila masuk ke PTS/PTN atau nada miring bahwa bila ujian PAKET itu kalau mau melanjutkan kejenjang diatasnya dikenakan biaya lebih mahal..???  wow ... semua anak-anak bisa lulus test dan bahkan ada yang memperoleh biasiswa dari PTS nya.

Alhamdulillah, kami juga bisa menjalin kerjasama dengan beberapa PTS / PTN dengan ada berkomunikasi via e-mail, surat atau langsung sehingga proses masuk anak-anak memperoleh kemudahan.

Pendidikan Informal (homeschooling) atau Non Formal.. memang sudah selayaknya bisa mendapatkan perhatian yg lebih baik lagi, sehingga penyelenggara belajar mandiri bisa menjadi pelengkap guna bisa membantu anak bangsa untuk menyelesaikan Pendidikannya.

















Kejelasan waktu penyelenggaraan ujian yang selama selalu mengganggu persiapan dan target anak-anak dalam mempersiapkan diri, serta pelaksanaan ujian yang mepet bahkan setelah pelaksanaan SNMPTN membuat hambatan yg cukup merepotkan untuk berjuang masuk PTN.

semoga kedepan realita bahwa peserta PAKET C banyak juga yg berkeinginan kuliah bisa menjadi perhatian Pemerintah.

Semoga..

Salam Dahsyat semoga ini bisa mencerahkan dan memotivasi mereka yang ingin terus berjuang meraih LEGALITAS yang pada kenyataannya masih dibutuhkan di NEGERI ini..!!!

Salam Dahsyat...!!!


October 8, 2012

Jangan Sepelekan Perjuangan Mereka

Hari ini tanggal 8 Oktober 2012 anak-anak peserta ujian Paket C periode II th 2012
memulai berjuang untuk bisa lulus dan mendapatkan legalitas.
Mereka adalah anak-anak yang memang tidak sekolah di sekolah formal, namun
sudah menjadi anak-anak yg menempuh pendidikan in formal ( Hs Tunggal ) atau non formal
bila mereka tergabung di Mitra lembaga yg menyelenggarakan ujian Paket tsb.

Anak-anak ini , khususnya yang ikut berjuang bersama kami ini  bukanlah anak-
anak yg hanya ikutan ujian saja tanpa persiapan, namun mereka sudah melakukan
serangkaian kegiatan mandiri (belajar mandiri) dengan mengerjakan LKS atau buku
buku penunjang bahkan pakai guru elektronik yg kita punya baik online atau menggunakan
CD sesuai materi yg akan diujikan.


















Setelah itu mereka masih harus melewati tahapan ujian Tryout 3 x yang kita lakukan
online dan tulis sehingga harapan kita anak-anak ini benar-benar siap menghadapi
ujian kali ini.
Alhamdulillah pada periode I 30 siswa sudah bs Lulus dan sekarang melanjutkan ke jenjang
diatasnya baik di PTS/PTN atau di Luar Negeri sesuai keinginan mereka.

Maka bila masih ada pandangan yang miring tentang ujian Paket C , dengan kata lain
bisa pasti lulus, pasti dibantu, dan dibagi kunci jawaban dsb. itu tidak berlaku bagi kami
mungkin saja ada di tempat lain, sebagaimana penyelenggara yg melakukan ujian dengan cara
instan tanpa ada proses bimbingan dan pendampingan dan dijamin lulus ( Oknum menyesatkan
th 2010 ).

Bagaimanapun juga anak yang lulus harus berjuang untuk LULUS dan mereka harus mau
berproses.

Akhirnya kami mengucapkan selamat Berjuang anak-anak
untuk penyelenggara ujian.. Ayo kita kawal anak-anak menjadi anak-anak yang LULUS
dengan cara bermartabat.

Salam Dahsyat.

October 7, 2012

Anak yg lama tidak sekolah lagi

Ada beberapa keluarga yang sudah putus asa menghadapi
anaknya yang gak lagi sekolah,  mereka bukannya gak mau
sekolah atau anti sekolah namun beberapa sekolah yang pernah
dia masuki ternyata keberatan menerima mereka untuk terus
bisa belajar.

alasan yang paling sering adalah " Anak Bapak/Ibu sering mengganggu
di Kelas"  atau  " anak Bapak/Ibu tidak  bisa diatur" dsb.
setelah saya amati satu persatu diantara mereka memang ada bisa
mematuhi aturan, ada yang pintar dan cepat belajarnya.

















Si A memang anaknya aktif.. dan biasanya bila anak ini aktif kadang
dia cepat selesai kerjakan tugasnya dan setelah itu cenderung nganggur
dan biasanya akan ngobrol atau ganggu temannya, nah ini yang
membuat guru banyak yg spaneng.

Anak yang seperti ini memang dia punya kecepatan lebih dari yg lain, dan
seharusnya dia bisa diberi tugas tambahan.
begitu juga beberapa anak yang mengalami keterlambatan belajar di
pelajaran tertentu..., dia sebenarnya ingin tetap masuk sekolah namun
kadang mendapatkan tekanan yg luar biasa untuk sebuah ketuntasan
pelajaran yg diajarkan.

Saat saya amati sekarang banyak juga anak yang usia antara
10 - 12 tahun namun hanya memiliki rapot kelas 2.. alias putus sekolah
di kelas tersebut.

Alhamdulillah bila si Orang tua masih ada waktu untuk bs belajar dengan
anaknya.., namun yg tidak bisa .. atau repot bekerja dan mereka sama
sekali sudah tidak tahu jalan keluar yg harus ditempuhnya... maka dipastikan
anak seperti ini akan sangat terhambat pendidkannya apalagi pada jenjang
yg harusnya dia selesaikan

Saat ini kami menangani beberapa anak yang seperti ini... dan faktor utama
yang menghambat untuk memulai belajarnya adalah.. menumbuhkan
motivasi dan semangat belajar yang sudah kadung hilang atau bahkan
sudah enggan... memengang buku.. dan sehari-harinya hanya bergelut
dengan game di komputer rumah atau di warnet.

Orang tua banyak yang sudah kehabisan cara.. untuk mengeremnya
dan hanya bisa pasrah dan kadang cemas dengan jenjang pendidikan
anaknya yg tidak jelas ini...

Kami berharap semoga... para guru dan pemilik sekolah yang selama ini
hanya nyaman mengawal belajar anak-anak yang patuh dan gampang diatur,
mau sedikit memperhatikan beberapa anak bangsa yang karena kemajuan
teknologi dan gizi ini kurang bisa mengikuti aturan atau bahkan selalu meminta
perhatian lebih dari gurunya., sehingga Hak mereka mendapatkan pelayanan
dalam mencapai jenjang pendidkannya tetap terjaga atau terealisir.

Salam Dahsyat
Malang 7 Oktober 2012