January 17, 2014

Salah Bila Tidak Menerima Mereka..


Setiap warga negara memiliki hak, demikian pula dengan anak-anak dalam menempuh pendidikannya, namun meski demikian hak tersebut bisa diperoleh manakala kita juga bisa menghargai aturan dan proses yang telah di tentukan oleh Pemerintah.
Beberapa anak homeshcooling atau yang belajar di sekolah alternatif yang merupakan jalur non formal. mereka juga memiliki hak yang sama untuk bisa daftar di satuan yang lebih tinggi diatasnya, semisal SD (paket A) ke SMP Formal, atau SMP (paket B) ke SMA FORMAL demikian juga dari SMA (paket C) ke Perguruan Tinggi.
Keraguan dan kegelisahan kadang muncul, manakala mereka belum tahu dan miskin informasi mengenai hal ini, namun surat menteri diatas yang sudah menyatakan jelas tentang hal ini.

Beberapa Perguruan Tinggi bahkan juga Lembaga SMA / SMP yang ada dinegara ini kadang masih ragu dan mempertanyakan lulusan paket B (setingkat SMP) atau Paket C (setingkat SMA), bila demikian amatlah memprihatinkan bila pemilik kebijakan yang dalam hal ini Kepala Sekolah Atau Rektordi lembaga masing-masing belum faham dan otomatis tidak pernah mensosialisasikan tentang hal ini pada staf dibawahnya, sehingga bisa menghambat proses masuk anak-anak yang menempuh di jalur Non Formal.

Alhamdulillah beberapa kegiatan kita yang membantu memberikan sosialisasi mengenai hal ini cukup membuat mereka percaya diri dan bisa diterima beberapa SMA Negeri ataupun Perguruan Tinggi Negeri dan Swastar terkemuka di Indonesia.

Salam Dahsyat Pendidikan Indonesia.








January 16, 2014

Mengapa Pilihan mereka di PT Swasta..?


Setelah kami coba mengamati perjalanan beberapa anak-anak yang sudah kuliah ternyata sebagian besar mereka memang langsung memilih Perguruan Tinggi Swasta untuk melanjutkan pendidikannya,
Ada beberapa tempat Favorit yang menjadi pilihan hampir 28 % ini dikarenakan dekatnya tempat kuliah ( dalam kota ) dan mungkin hal ini lebih bisa meringankan dari segi biaya.
PTS swasta lain yang di luar kota dan menjadi Favorit Adalah Universitas PETRA Surabaya dengan terbanyak pilihan di jurusan Management Bisnis. ( 13 % ).
Sementara yang ingin kuliah diluar Negeri juga lumayan ada sekitar 13 %

Mengapa mereka langsung memilih ke Swasta dan tidak mencoba ikut ujian di PTN..?

1. Mungkin karena tawaran biaya yang lebih murah 
2. Pendaftaran PTS sudah dibuka terlebih dahulu dan bila diterima hrs langsung bayar DPP dll.
3. Pilihan jurusdan dengan kualitas yang tidak kalah dari yang ada di PTN
4. Ada subsidi atau mungkin Discount potongan biaya yang cukup besar bila berprestasi di sekolah
5. Fasilitas PTS yang juga bagus dan tidak kalah dengan PTN.

Mungkin ini yang membuat mitra kita melanjutkan kuliah dan langsung memutuskan untuk masuk diberbagai PTS yang ada di Indonesia.

Sebagian mereka yang kuliah di luar negeripun ternyata biayanya juga memilih yang relatif terjangkau dan bahkan hampir sama dengan beberapa PTS di Indonesia, namun kualitasnya bisa lebih baik.











January 15, 2014

" Ojo Leren Dadi Wong Apik "

Pada akhir tahun 2013 ada pertemuan yang digagas oleh beberapa pengiat pendidikan di Jawa Timur P Totok, P kentar dll.
Pertemuan yang diluar dugaan banyak sekali mendapatkan info pendidikan alternatif dan sekolah rumah yang telah dilakukan beberapa teman-teman ini bersepakat untuk membuat sesuatau yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
" Ojo Leren Dadi Wong Apik " diangkat sebagai kata-kata motivasi untuk dimulainya menggulirkan beberapa kegiatan yang kaitannya partisipasi kita dan pemerintah bagi pesekolah rumah yang ada khususnya di Jawa Timur.
Semoga pertemuan tsb bisa menjadi tonggak gerakan bersama bagi penggiat sekolah alternatif dan orang tua pelaku sekolah rumah di Jawa Timur.

    Thanks P Totok yang sudah menyediakan waktunya

    Beberapa penggiat pendidikan dr berbagai kota bersharing

    bu dwi Mewakili dario Muslimat dan sebagai Pengasuh anak jalanan

    P nafiq dari The Naff 

    Sepakat membuat kelompok krecil unt merealisasikan rencana

Kuliah ringan bersama Ibu ibu tentang Homeschooling


Memulai suatu langkah yang penting haruslah dipersiapakan secara matang, apalagi menyangkut pendidikan bagi anak kita.
Dalam pendidikan banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh sebuah keluarga, namun tidak banyak juga mereka mengetahui bahwa ada pendidikan yang bisa ditempuh dengan jalur informal dan nonformal.
semoga memeberikan bekal bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan ini bisa bermanfaat, minimal memberikan informasi atau pengetahuan baru yang mungkin bisa bermanfaat kelak bagi keluarga atau lingkungan sekitarnya amin


November 6, 2013

RAKER ASAHPENA

Jakarta, 5 November 2013


Semakin pentingnya dan banyaknya langkah yang  harus dilakukan maka pada tanggal 5 November 2013 bertempat di kediaman Kak Seto (kantor pusat ASAHPENA), kami berkumpul bersama yang merupakan wakil dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembahasan guna persiapan RAKER NASIONAL ASAHPENA serta JAMBORE HOMESCHOOLING dan PENDIDIKAN ALTERNATIF yang akan dilaksanakan tahun depan, telah menghasilkan beberapa usulan penting serta langkah yg harus diperbuat.

Beberapa wajah baru melengkapi pengurus lama yg selalu konsisten berfikir dan berbuat untuk pelayanan yg lebih baik lagi bagi kebutuhan anak-anak Indonesia khusunya di jalur Nonformal dan Informal.

Selamat 
Salam Dahsyat dari kami


July 10, 2013

LEGALITAS masih menjadi pertanyaan

Setelah sekian tahun kita berjalan menjadi mitra beberapa orang tua yg menempuh belajar mandiri ataupun Homeschooling, baik SD, SM ataupun SMA, masalah LEGALITAS masih menjadi hal utama yg dipertanyakan.

Mungkin masih banyaknya Masyarakat yang belum faham bahwa pendidikan itu dalam UU bisa dilaksanakan dengan format FORMAL, NON FORMAl atau bisa juga INFORMAL.
Beberapa mitra kita yg sudah lebih dari ratusan anak yang sekarang melanjutkan kegiatan belajarnya di SD, SMP, SMA Formal dan PTS ataupun PTN bahkan ke Perguruan tinggi di Luar Negeri bisa dengan lancar belajar disana., ini juga karena faktor legalitas yg dimiliki saat mereka tuntas UJIAN NASIONAL.
Ujian Nasional yg pada tahun ini bisa terselenggara pada hari yang bersamaan merupakan kemajuan yg telah dicapai oleh pengggiat belajar mandiri yang terus menyuarakan hal ini pada pemerintah selama ini.

ASAHPENA sebagai asosiasi yang tidak pernah lelah berupaya mencari solusi dan ber koordinasi dengan BNSP dan beberapa pejabat terkait, tetap akan terus mengupayakan banyak keinginan yang harus diraih, sehingga kedepan anak Homeschooling ataupun sekolah-sekolah alternatif mendapatkan pengakuan yang lebih baik dari pemerintah.




Saat sekarang Alhamdulillah Sdr Ir Budi Trikoriyanto yang merupakan Ketua ASAHPENA Pusat mendapatkan kesempatan menyusun starndar pelaksanaan Sekolah Rumah Mandiri, ataupun Sekolah Rumah yg berkomunitas di BNSP. Semoga kepercayaan BNSP pada ASAHPENA akan menelurkan kebijakan yang lebih baik yang bisa menjadi aturan standart pelaksanaan kegiatan sekolah rumah kedepan.
Utamanya semoga LEGALITAS yang masih menjadi pertanyaan masyarakat bisa terjawab dalam aturan yang akan di resmikan oleh pejabat yang berwenang.
 

June 24, 2013

Berbagi itu Indah

Saat kami makin banyak bisa berbagi dengan lembaga lain.. maka saat itulah kita bisa melatih keikhlasan kegiatan kita.., Tidak semua yg kita niatkan berbagi meski itu bermanfaat mendapatkan apresiasi, namun kadang juga masih ada yg berfikiran lain..

berbagi dengan kelas multimedia Batu


berbagi dengan PAUD Binaan

Sekolah dolan memiliki beberapa mitra yang selama ini bisa bersinergi dalam melakukan berbagai kegiatan.. semisal dalam meramaikan Acara Islamic Book Fair  seperti ini http://www.facebook.com/mrlukman/media_set?set=a.10200120788290351.2192525.1469804807&type=3 yang bermitra denga Syakka Organizer.. juga acara Malang Islamic Expo http://www.facebook.com/mrlukman/media_set?set=a.10200432848971673.2197251.1469804807&type=3 yang juga melibatkan banyak lembaga lain sepert TK dan SD.
Kita juga membina sekolah dan lembaga paud yang juga memerlukan pemikiran dan keseriusan dalam pelaksanaannya sehingga kita selalu mengasah kreatifitas dan berusaha menciptakan inovasi-inovasi baru 
http://www.facebook.com/mrlukman/media_set?set=a.10200625118898301.2198650.1469804807&type=3 (kelas multimedia TK hajah mariyam)
banyak hal yang bisa kita lakukan bukan sekedar menjadi mitra anak-anak yg belajar mandiri (homeschooling) atau yang lain namun juga bisa berbagi dengan workshop dan pelatihan lainnya



June 12, 2013

UAS itu apa hanya untuk evaluasi kenaikan..saja ..?

Saat UAS Semester 2 apa hanya untuk acara kenaikan jenjang saja  ?
Anak-anak beragam menyikapi UAS Semester 2 ini
ada yang nyantai aja.. mungkin karena sydah hal yang biasa.. yang harus dilalui tiap tahun..,namun ada juga yang sedikit panik karena terlena karena terlalu asyiek dengan Hobby dan aktifitas kerjaannya yang akhirnya kegiatan belajar yg dirancangnya belum terselesaikan, maklum juga karena banyaknya Tour luar kota, atau event yg diikuti  mereka sehingga dalam mengatur program belajarnya agak keteter.

Media Online yang diikuti dengan baik kadang bisa juga membantu bila konsistensi mereka dalam belajar cukup bagus. Beberapa anak-anak meski sering ke luar kota baik karena aktifitasnya sendiri atau kegiatan keluarganya bisa memanfaatkan program online kami yg siap mensuport.

UAS Semester ini juga menjadi ajang silaturahim antar merekan yang selama ini belum pernah ketemu atau kenal.. keceriaan dan beberapa diantaranya malah bicara hobby masing-masing di sela-sela kegiatan UAS ini.



UAS juga menjadi tahapan penting bagi mereka karena ada jadwal yang terstruktur yg harus dicapai sehingga capaian yg diinginkan masih tetap terkontrol sehingga pada saatnya bisa mengikuti evaluasi akhir (kelulusan) sesuai target atau rencana yg telah dibuat.

Kadang ada anak-anak yg terlalu asyiek dengan kegiatannya yg bisa mendapatkan finansial mereka lupa akan kewajibannya bahwa ada pencapaian yg juga harus di selesaikan guna melangkah ke jenjang berikutnya.

Beberapa anak-anak PENGUSAHA dan beberapa Orang tua yang mulai mengajarkan bisnis anaknya sejak dini.., kadang membuat anak-anak usia SMP/SMA ini
keasyikan hingga merasa tidak perlu lagi ikut UAS atau bahkan menyelesaiakan pendidikannya, sehingga kenyataan ini kadang bisa membuat pusing juga para orang tua yang masih berharap anaknya kuliah baik di Indonesia atau bahkan di luar negeri.

Beberapa pengalaman anak-anak yang  sekarang sudah kuliah LN atau PTS terkenal, saat sharing mereka merasa bersyukur bahwa apa apa yang telah mereka jalani ini ternyata banyak manfaatnya, padahal sebelumnya mereka berfikiran mengapa harus sekolah..? karena tanpa itupun mereaka sudah dilibatkan dan bisa menjalankan BISNIS orang tuannya.

Pada kenyataan kita hidup di Indonesia.. bahwa 1 lebar ijasah masih begitu penting untuk kelangsungan pendidikannya, apalagi bagi yang mau kuliah, maka maka tahapan UTS, UAS sebagai bagian yg terstruktur yang harus tuntas dan harus diikuti.. karena itulah evaluasi yg harus dituliskan di rapot yang menjadi syarat bagi poeserta Ujian Nasional seperti saat sekarang. Bila itu tidak dilakukan pasti nya janganlah berbuat BODOH dengan membayar sejumlah uang tertentu untuk beli RAPOT bahkan IJASAH...!!!
Salam Dahsyat pendidikan Indonesia




June 6, 2013

Selamat ... semoga sukses terus berlanjut Dipetualangan berikutnya..!!!

Beberapa anak-anak ini sudah bersiap melanjutkan petualangannya di jenjang yg lebioh tinggi
Ragah dan Daud sudah bersiap belajar Desain Grafis di PTS di Kota malang
sementara Keiza ingin ikutan ujian di PTN dan daftar di univ Machung Managemen bisnis


Andrew sudah bersiap ke Australia belajar perhotelan....selamat .. jangn lupa buat hotel buat kita ya..


Alona Neva lagi Opspek di Fak Psikologi UMM minggu ini


Ian... belajar Bisnis di Univ Machung 


Danny P udah 2 bulan ini kuliah perhotelan di Swiss yang katanya 5 bulan lagi bisa praktek magang dengan gaji antara 20-25 Jt...woww



Widi  maunya memperdalam Akutansi di UMM... selamat opspek ya....


ayo yang lain segera melaporkan diri mau kuliah dimana  ?????
semoga semua sukses....

Alhamdulillah bisa mengantarkan petualangan mereka ke jenjang selanjutnya



Alhamdulillah dari latar belakang yang berbeda-beda mereka memutuskan untuk belajar mandiri
ada yang karena tahfidz, belajar bisnis, hobby musik, hobby binatang, hingga yg sdh bantu perusahaan Orang tuanya  .
akhirnya mereka bisa melanjtkan petualanggannya ke jenjang yg lebih tinggi tanpa harus meninggalkan hobby dan kegiatannya.
selamat ya Oscar, Hanna, Addiba, Faqih, Rolan, Reinata,M Kahfi serta Linggar dan Gifhari (tdk ada dalam Foto)..
Semoga mendapatkan pilihan yg sesuai dengan harapan kalian semua..
Thanks juga buat semua Orang tua mitra kami juga buat team kami P Bambang, Ms Anggun, Ms Cici, Ms Ruroh, Ms Nanik, Ms Ayu, Ms Nourah, Ms Ninik  juga Ms Dian semoga tetap kompak membantu mereka.. untuk lebih baik.